Syarat Atau Faktor Tumbuh Tanaman Kacang Hijau

Syarat Tumbuh Kacang Hijau – Tanaman kacang hijau akan tumbuh dengan balk dan memberikan hasil panen yang tinggi jika ditanam di lingkungan yang cocok dengan hidupnya. Faktor lingkungan (iklim dan tanah) berpengaruh terhadap produktifitas tanaman (pertumbuhan dan hasil panen). Keadaan lingkungan (iklim dan tanah) yang cocok untuk berusaha tani kacang hijau.

Silahkan Baca : Menanam Kacang Hijau

Persyaratan lklim Tanaman Kacang Hijau

lklim secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil panen. lklim juga berpengaruh terhadap perkembangan mikroba (patogen) dan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Syarat atau faktor tumbuh kacang hijau pada iklim tertentu sebagai berikut:

Suhu Dan Kelembaban

Suhu udara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau berkisar antara 25 C-27 C. Akan tetapi, tanaman kacang hijau masih bisatumbuh balk pada suhu udara hingga 35 C dan di bawah 25 C hingga 20 C.

Suhu yang terlalu tinggi maupun rendah akan menghambat perkecambahan dan pertumbuhan tanaman selanjutnya. Suhu yang terlalu tinggi (di atas 40 C) dapat mematikan bibit. Sedangkan pada suhu yang sesuai, bibit akan tumbuh cepat.

Kelembaban sangat berpengaruh untuk perkecambahan dan pertumbuhan bibit yang balk. Pada tanah yang cukup lembab, perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit akan sangat bagus.

Akan tetapi bila tanah terlalu lembab, maka perkecambahan dan pertumbuhan bibit akan terhambat, bahkan bibit bisa mati. Pada tanah yang kering, perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit juga kurang bagus.

Karena di tanah yang kering akar tidak bisa berkembang dengan balk dan tidak bisa menyerap unsur hara dengan balk. Kelembaban yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau adalah 50%-80%.

Dengan kondisi suhu udara dan kelembaban udara yang sesuai, maka tanaman dapat melakukan fotosintesis dengan balk untuk pembentukan karbohidrat dalam jumlah yang besar.

Sehingga dengan demikian sumber energi tersedia cukup untuk proses pernafasan dan pertumbuhan tanaman, seperti pembentukan batang, cabang, daun, bunga, buah (polong), dan pembentukan sel-sel barn lainnya.


Curah Hujan

Tanaman kacang hijau dapat tumbuh dengan baik dan produksinya tinggi memerlukan curah hujan berkisar antara 600-2.400 mm/tahun atau curah hujan selama musim tanam berkisar antara 50-200 mm/bulan.

Curah hujan yang kurang, bila tidak disertai dengan pengairan yang cukup pada fase perkecambahan dapat menyebabkan benih gagal tumbuh, karena air merupakan kebutuhan benih yang pertama untuk berkecambah.

Demikian pula pada fase pembuahan dan pengisian polong. Apabila tanaman tidak mendapatkan air yang cukup maka tanaman tidak dapat membentuk polong.

Curah hujan yang terlalu tinggi, juga akan menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, produksinya rendah, tanaman mudah rebel, dan tanaman mudah terserang penyakit.


Penyinaran Cahaya matahari

Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tanaman untuk proses totosintesis. Fotosintesis tanaman dapat berjalan dengan balk apabila tanaman mendapatkan penyinaran cahaya matahari yang cukup.

Bibit kacang hijau dapat tumbuh dengan balk, cepat dan sehat. Pada cuaca yang hangat dimana cahaya matahari terang dan penuh. Kekurangan cahaya matahari dapat menyebabkan bibit pucat, batang memanjang, kurus dan lemah.

Untuk mendapatkan penyinaran cahaya matahari yang cukup. Lahan penanaman kacang hijau harus terbuka (tidak terlindungi oleh pepohonan).

Baca Juga : Klasifikasi ilmiah Dan Morfologi Kacang Hijau


Keadaan Tanah Untuk Tanaman Kacang Hijau

Keadaan tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi polong (hasil panen). Adapun keadaan tanah yang perlu mendapat perhatian adalah sebagai berikut:

Sifat Fisik Tanah

Sifat fisik tanah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau adalah tanah gembur dengan struktur tanah lempung berdebu, dan kedalaman lapisan olah lebih 50 cm, sifat fisik tanah yang demikian itu akan mudah mengikat air dan memiliki drainase yang baik.

Tanaman kacang hijau juga masih dapat tumbuh dengan baik dan produksinya masih cukup balk pada tanah gembur yang bertekstur lempung berpasir dan liat berdebu.

Sedangkan pada tanah yang bertekstur pasir, kerikil dan liat padat sudah kurang sesuai untuk pertanaman kacang hijau. Tanah yang bertekstur lempung berdebu, lempung berpasir dan hat berdebu dapat dijumpai pada jenis tanah andosol, regosol dan latosol.

Kondisi tanah yang gembur, mudah mengikat air, dan memiliki drainase (pembuangan air) yang baik akan memudahkan perkecambahan benih, memudahkan pertumbuhan dan perkembangan perakaran sehingga akan meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.


Sifat Kimia Tanah

Kemasaman tanah (pH tanah) yang sesuai untuk pertanaman kacang hijau adalah berkisar antara 5,8-6,5. Pada kisaran pH tanah 5,0-5,8, tanaman kacang hijau masih dapat tumbuh balk.

Derajat keasaman tanah kurang dari 4,5 dan !thin besar dari 7,0, tanaman kacang hijau tidak dapat tumbuh dengan balk dan produksinya rendah. Pada tanah ber-pH di atas 7 tanaman tumbuh kurus, kerdil, dan menguning dan pobng yang terbentuk kecil-kecil disebabkan karena tanaman kekurangan unsur Kara besi (Fe).

Pertumbuhan tanaman yang mengalami hambatan di tanah bersifat masam (pH kurang dari 5,0) dikarenakan adanya kandungan aluminium (Al) dan mangan dalam tanah yang tinggi yang dapat meracuni tanaman.

Di samping itu, gagalnya pertumbuhan tanaman kacang hijau di tanah masam juga disebabkan karena tanaman tidak mampu membentuk bintil akar. Hal ini karena Rhizobium japonicum sangat peka terhadap kemasaman tanah dan rusaknya sistem perakaran karena kadar AI yang tinggi.

Akan tetapi, pada tanah-tanah yang masam, produktifitasnya dapat ditingkatkan dengan pengapuran dan penggunaan deposit fosfat alam yang merupakan salah satu sumber phospat (fosfor).

Dengan pengapuran akan meningkatkan pH tanah, ketersediaan Kara dan memperbaiki serapan hara P, K, Ca, Mg, dan Mo oleh tanaman, serta menurunkan konsentrasi unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman (Brady, 1974).


Sifat Biologis Tanah

Tanah yang mengandung bahan organik tanah tinggi sangat sesuai untuk pertanaman kacang hijau. Keadaan tanah dengan bahan organik tanah yang tinggi sampai sedang dapat meningkatkan proses nitrifikasi (organisme tanah dapat memproduksi amonia dan nitrat), menekan pertumbuhan patogen, melancarkan peredaran udara di dalam tanah, dan dapat meningkatkan peresapan air.

Sehingga dengan demikian akan meningkatkan perkecambahan ben ih dan pertumbuhan tanaman selanjutnya.

Baca Juga : Hama Tanaman Kacang Hijau

 Pengendalian Penyakit Kacang Hijau


Ketinggian Tempat (Geografis Tanah)

Tanaman kacang hijau dapat ditanam diberbagai ketinggian tempat (dataran rendah, dataran medium, dan dataran tinggi). Namun, ketinggian tempat yang paling cocok untuk penanaman kacang hijau adalah di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.

Ketinggian tempat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, produksi, dan umur panen. Penanaman kacang hijau di dataran tinggi lebih dari 750 m dpl umur panennya akan lebih panjang jika dibandingkan dengan yang di tanam di dataran rendah.

Bertambah panjangnya umur panen tersebut disebabkan karena energi yang diterima di dataran tinggi lebih rendah dibandingkan di dataran rendah, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lamban.

Di samping itu, keadaan suhu yang kurang sesuai di dataran tinggi juga merupakan faktor penghambat pertumbuhan tanaman. Di samping itu, produktifitasnya pun juga lebih rendah.


Kemiringan Tanah (Topografi Tanah)

Tanah yang datar sangat sesuai untuk penanaman kacang hijau jika dibandingkan dengan tanah yang miring, karena biaya pembukaan lahan dan pengolahan tanah lebih murah.

Menurut Umi Haryati, dkk, 1993, pembukaan lahan yang memiliki kemiringan antara 10%-40% memerlukan tenaga kerja sebanyak 357-1.334 hari kerja setara pria (HKSP) per-hektar.

Pembukaan lahan yang bertopografi miring hams dibuat teras-teras untuk bidang penanaman dan tanggul-tanggul untuk menahan tanah longsor.

Tinggalkan Balasan