Jenis Ikan Nila Untuk Budidaya

Jenis Ikan Nila – Nila adalah ikan air tawar yang menjadi favorit masyarakat Indonesia untuk dikonsumsi. Permintaan pasar yang tinggi terus memacu produksi budidaya nila. Nama nila diambil dari asal ikan tersebut, yakni Sungai Nil di Afrika.

Sekitar tahun 1969, ikan nila diperkenalkan di Indonesia dan beberapa rekayasa dilakukan demi mendapatkan varian  nila terbaik sebagai salah satu upaya untuk pengembangan produksi yang lebih unggul

Ikan air tawar satu cukup potensial untuk di budidayakan, sehingga banak kalangan termasuk beberapa lembaga perikanan indonesia untuk melakukan pengembanagan yang lebih baiak terhadap varietas ikan nila.

Berikut ini jenis ikan nila terbaik yang laku di pasaran!!

Jenis Ikan Nila Terbaik Yang Laku Di Pasaran

1. Nila Lokal

Gambar dari jenis ikan nila lokal

Ikan nila lokal berasal dari Taiwan. Julukan sebagai nila biasa atau lokal adalah untuk membedakannya dengan jenis ikan nila lainnya. ikan nila lokal memiliki warna tubuh abu-abu atau hitam, terutama di tubuh bagian atas.

Tubuh bagian bawah (perut dan dada) berwarna agak putih kehitaman atau kekuningan. Awalnya, ikan nila ini memiliki laju pertumbuhan yang cukup balk, tetapi akhir-akhir ini kualitasnya menurun akibat keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam mengendalikan potensi genetis (Khairuman dan Amri 2013).

Keunggulan dan kelemahan ikan nila lokal yaitu umumnya nila lokal tergolong jenis ikan yang adaptif, yakni bisa hidup di air payau dan tahan terhadap serangan penyakit.

Sayangnya, jika pembudidaya ceroboh dalam memijahkan, bisa terjadi perkawinan sedarah (inbreeding) atau perkawinan silang dengan mujair yang mengakibatkan benih yang dihasilkan kerdil, mudah terserang penyakit, cacat pada tubuh, dan tidak respon terhadap pakan (Khairuman dan Amri 2013).

2. Nila Gift

Ikan Nila GIFT (Genetic Improvement of Rarmed Titapas) yang dikembangkan pertama kali oleh International Center of Living Aquatic Research Management (ICLARM) di Filipina pada tahun 1987 ini didatangkan ke Indonesia pada tahun 1994 melalui Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (Balitkanwar).

Ikan nila GIFT yang pertama kali didatangkan ke Indonesia tersebut merupakan generasi keempat. Setelah itu, didatangkan lagi ikan nila GIFT berikutnya yang berasal dari generasi keenam pada tahun 1997 (Khairuman dan Amri 2013).

Gambaf ikan nila hadiah

Sepintas, ikan nila GIFT dan nila lokal agak sulit dibedakan, terutama ketika masih dalam stadium benih. Perbedaannya hanya bisa diketahui dari bentuk, proporsi dan warna tubuh.

Tubuh ikan nila GIFT Iebih pendek dengan perbandingan panjang dan tinggi 2 : 1. Sementara itu, perbandingan panjang dan tinggi tubuh ikan nila lokal 2,5 : 1 (Khairuman dan Amri 2013).

Dilihat dari segi tinggi dan lebar tubuh, ikan nila GIFT tampak Iebih tebal dengan perbandingan 4 : 1, sedangkan ikan nila lokal tampak Iebih tipis dengan perbandingan 3 : 1. Ukuran kepala ikan nila GIFT relatif Iebih kecil dibandingkan dengan ikan nila Iokal. Namun, ukuran matanya cukup besar.

Warna tubuh nila GIFT hitam keputihan dan bagian bawah tutup insangnya berwarna putih (Khairuman dan Amri 2013). Beberapa keungguan yang ditemukan dari nila GIFT adalah sebagai berikut :

  1. Jumlah telurnya 20 – 30% Iebih banyak.
  2. Bobot benih mencapai 17,5 gram dan pertumbuhannya 300 -400% Iebih cepat.
  3. Pertumbuhan saat pembesaran 100 – 200% Iebih cepat dengan konversi pakan rendah yaitu berkisar 0,8 – 1,2.
  4. Lebih tahan terhadap Iingkungan yang kurang baik dan memiliki toleransi hidup di perairan dengan salinitas 0 – 15 sehingga bisa dipelihara di perairan payau.

3. Ikan Nila Best

Ikan Nila BEST (Bogor Enhanced Strain Tilapia) merupakan salah satu ikan unggulan hasil pemuliaan menggunakan karakter keunggulan dalam pertumbuhan yang dikembangkan dari generasi ke-6 nila GIFT.

Nila BEST merupakan hasil evaluasi Tim Peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar Bogor dalam kurun waktu 2004 – 2008 (Gustiano 2009). Ikan nila BEST dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar ikan nila best

Beberapa sifat unggul ikan nila BEST adalah lebih tahan terhadap penyakit Streptococcus dibanding ikan nila non-unggulan dan varietas yang sudah ada, daya toleransi yang tinggi terhadap lingkungan dan sistem pemeliharaan yang berbeda, tiga sampai lima kali lebih tinggi dalam hal fekunditas, dan larva yang dihasilkan relatif lebih besar (Gustiano et al. 2008).

Baca Juga : Hama Pada Ikan Nila

  Penyakit Ikan Nila Dan Pengendaliannya

4. Ikan Nila Nimbal

Ikan Nila GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia) juga merupakan salah satu varietas nila hasil karya peneliti di tanah air.

Ikan Nila GESIT merupakan buah kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Nila GESIT (Gambar 7) telah dirilis oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) melalui Keputusan Menteri No. 44/Men/2006 tanggal 14 Desember 2006 (Ghufran dan Kordi 2010).

Gambar ikan nila lincah

Ikan Nila GESIT dihasilkan melalui teknologi rekayasa kromosom yang disebut Nila Jantan Super (NJS). Disebut NJS karena kromosom seks yang dimilikinya bersifat homogamet (YY) tidak seperti nila jantan umumnya yang heterogamet (XY).

Teknologi produksi nila NJS merupakan program pengembangbiakan yang menggabungkan teknik feminisasi dan uji progeni untuk mengasilkan nila jantan berkromosom YY.

Jika indigo jantan dengan kromosom YY dikawinkan dengan betina normal (XY) maka akan menghasilkan 100% jantan (secara genetis jantan) yang memiliki kualitas unggul (Ghufran dan khordi 2010).

5. Ikan Nila Nirwana

Jenis Ikan Nila Nirwana merupakan salah satu strain nila unggul yang dihasilkan oleh peneliti nila di tanah air.

Nirwana adalah akronim dari Nila Ras Wanayasa yang dihasilkan oleh Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa, Purwakarta. Nila Nirwana telah dirilis oleh Dirjen Perikanan Budidaya DKP pada 15 Desember 2006 (Ghufran dan Kordi 2013).

Gambar ikan nila nirwana

Keunggulan ikan Nila Nirwana terletak pada kecepatan pertumbuhannya. Pemeliharaan sejak larva hingga berbobot 650 gram/ekor dapat dicapai dalam waktu enam bulan.

Selain itu, nirwana nila memiliki bentuk tubuh yang lebih lebar dengan panjang kepala yang lebih pendek. Hal ini membuatnya memiliki struktur daging yang lebih tebal dibandingkan dengan indigo lainnya (Ghufran dan Kordi 2013).

Baca Juga : Umpan Jitu Ikan Nila

6. Nila Larasati

Ikan nila Larasati dikenal juga dengan nama nila Janti (Gambar 9). Strain nila Larasati merupakan hasil pemuliaan antara nila hitam dengan nila merah yang dilakukan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBIAT) Janti, Klaten. Ikan nila Larasati memiliki keseragaman warna merah hingga 90% (Wiryanta et al. 2010).

Gambar ikan nila larasati

Keunggulan ikan nila Larasati antara lain mempunyai pertumbuhan seperti nila merah, namun reaksi pakannya seperti nila hitam, serta dapat menghasilkan daging lebih banyak dan mortalitas yang lebih sedikit (Andhi 2010).

7. Nila JICA

Ikan Nila JICA (The Japan International Cooperation Agency) atau Nila Kagoshima dijumpai di Sumatera Barat dan Jambi. Ikan Nila JICA merupakan produksi dari Balai Budi Daya Air Tawar (BBAT) Jambi, sebagai hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Jepang (Ghufran dan Kordi 2010).

Dibandingkan GIFT, pertumbuhan JICA Iebih cepat 20% dan Iebih hemat pakan sampai 25%.

8. Nila Citralada

Ikan Nila Citralada merupakan strain dari Thailand yang diintroduksi pada tahun 1989 (Gambar 10). Nila Citralada merupakan salah satu strain ikan nila merah.

Penampakan fisik ikan nila citralada secara umum hampir sama dengan ikan nila merah lainnya. Namun, nila citralada mempunyai warna tubuh lebih terang dan garis vertikal pada tubuh yang lebih jelas dibandingkan dengan strain nila merah lainnya.

Selain itu, sirip ekor nya juga lebih panjang. strain citralada di negara-negara Asia Tenggara biasa digunakan sebagai subtitusi ikan kalap merah, khususnya nila citralada yang dihasilkan dari budi daya ditambak (Anto 2014).

 

9. Nila Srikandi

Ikan nila Srikandi merupakan jenis strain ikan unggul yang telah dirilis oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada tahun 2012 (Gambar 11).

Ikan nila srikandi adalah ikan hibrida toleran salinitas tinggi (10-30 ppt) yang diperoleh dengan mengawinkan antara induk ikan nila nirwana betina hasil seleksi Oreochromis niloticus dengan jantan Oreochromis aureus (Hadie et al. 2013).

ikan nila srikandi memiliki keunggulan kompetitif karena memiliki performa pertumbuhan terbaik pada salinitas 10-30 ppt dibandingkan strain ikan nila lainnya. Oleh karena itu pengembangan strain ikan nila srikandi di kawasan pertambakan merupakan langkah strategis yang dapat mendorong peningkatan produksi perikanan (Hadie et al. 2013).

Gambar ikan nila srikandi

10. Ikan Nila Get

Jenis Nila GET (Genetically Enchanced Tilapia) juga berasal dari Filipina. ikan Nila GET didatangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Indonesia pada tahun 2002 (Gambar 12). Upaya mendatangkan nila get adalah dalam rangka memperkaya keanekaragaman jenis dan genetiknya.

Nila GET kemudian menjadi salah satu kontributor genetik untuk menghasilkan nila nirwaa oleh BPBI Wanayasa , Purwakarta (Ghufran dan Kordi 2010).

Gambar ikan nila get

Selain jenis-jenis ikan nila di atas, masih banyak jenis nila yang dikenal oleh pembudidaya, di antaranya adalah strain putih, Jatimbulan, Srikandi, Sultan, Anjani, Nilasa, Pandu, dan Kunti. Seperti jenis-jenis di atas, ikan ini pun dihasilkan dari rekayasa genetik, pemulihan, dan seleksi yang dilakukan balai.

Berikut adalah sekilas mengenai karakteristik dari strain tersebut.

Di atas merupakan beberapa jenis ikan nila terbaik yang bisa anda budidayakan, diantar dari beberpa jenis tersebut semua laku di pasaran karena pada dasarnya memiliki sifat keunggulan yang berbeda-beda. Semoga bermanfaat 🙂

Tinggalkan Balasan