Jenis Ikan Lele Budidaya

Jenis Ikan Lele – Sebelumnya saya telah membahas tentang bagaimana budidayakan ikan lele, dan morfologi tentang ikan lele. Nah pada kesempatan kali ini, Saya akan berbagi pengetahuan kembali prihal Jenis jenis ikan lele untuk budidaya.

Ikan lele memiliki nama ilmiah clarias sp, Dari keseluruhan marga clarias sp ada sekitar 60 jenis spesies yang di ketahui penyebaranya di seluruh dunia.

Namun tidak semua jenis spesies yang cocok kita budidayakan sebagai konsumsi sehari-hari.

Karena beberapa di antaranya ada yang tidak memiliki hasil yang sesuai selama jangka perawatan.

Biasanya beberapa spesies yang memiliki pertumbuhan lambat namun membutuhkan pakan yang cukup banyak dalam membudidayakanya.

Di indonesia sendiri ada 2 jenis spesies ikan lele yang pada umumnya di budidayakan, yaitu…

  • Clarias Batrachus.
  • Clarias Gariepinus.

Jenis Ikan Lele Yang Cepat Besar

Dari dua spesies ini, ada beberapa lele yang dikategorikan unggul yaitu lele dumbo, lele sangkuriang dan lele phyton.

Setiap jenis lele tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing

Nah jenis jenis ikan lele yang dapat di budiddayakan sebagai berikut :

  • Ikan lele sangkuriang.
  • Ikan lele phyton.
  • Ikan lele dumbo.
  • Ikan lele paiton.
  • Ikan lele masamo.

1.Jenis Ikan Lele Sangkuriang.

jenis ikan lele sangkuriang

Ikan lele sangkuriang adalah jenis yang terbaik dalam pembudidayaan ikan  lele menurut pengalaman saya.

Ikan lele sangkuriang sendiri adalah jenis ikan lele asli indonesia hasil dari perkawinan silang yang di lakukan oleh (BBPAT) sukabumi pada tahun 2002.

Ikan lele sangkuriang hasila dari perkawinan silang dari dumbo betina F2 dan lele dumbo jantan F6.

Dari jasil perkawinan silang ini menghasilkan keunggulan pada ikan lele sangkuriang.

Dengan hasil penelitian bahwa jenis ikan sangkuriang lebih banyak menghasilkan telur di setiap kali pemijahan/atau perkawinan dengan jumlah telur 40 ribu sampai 60 ribu butir telur.

Yang pada sebelumnya ikan lele dumbo hanya menghasilkan seribu sampai 4 ribu butir telur saja pada setiap kali pemijahan.

Derajat penetasan telur dari ikan lele sangkuriang lebih dari 90% sedangkan lele dumbo lebih dari 80%.

Ikan lele sangkuriang juga memiliki pertumbuhan lebih cepat pertumbuhanya dan lebih tahan terhadap penyakit.

Dari hasil penelitian BBPAT ikan lele sangkuriang juga dapat di budidaya di kuantitas air yang minim dengan menghasilkan daging ikan yang cukup baik.

Pengambilan nama “Sangkuriang” untuk ikan lele hasil penemuan BBPAT itu sendiri di ambil dari kisah dongeng sunda.

Yang saya rasa bertujuan untuk mempertahankan cerita rakya dari kisah dongeng tersebut.

2.Ikan Lele Dumbo.

jenis ikan lele dumbo

Ikan lele Dumbo
Riwayat ikan lele dumbo hingga menjadi komoditas budidaya sangatlah panjang, Pada awalnya ikan lele dumbo hanya di tangkap dari alam.

Sejak tahun 1950 di lakukan domestikasi hingga pada tahun 1970-an ikan lele dimbo menjadi komoditasi yang paling di minati masyarakat afrika utara.

Ketersediaan benih masih menjadi kendala hingg tahun 1980an, kendala tersebut baru dapat si atasi setelah melakukan riset intenaif di eropa (Belgia dan Belanda).

Keberhasilanya budidaya ikan lele dumbo pada waktu itu di picu dengan berkembangnya teknologi pakan komersi (pelet).

Di laporkan pada tahun 1986 adalah awal ikan lele dumbo masuk ke indonesia, Sejak itu masyarakat mulai suka dengan keberadaan ikan lele dumbo karena pertumbuhanya yang sangat cepat.

Ikan lele dumbo di sebut mudfish, giant clarias, afrikan mudfish, atau magur. Karakter yang menonjol dari ikan ini adalah tubuhnya yang relatif besar dan pertumbuhanya cepat.

Ikan lele dumbo akan terus tumbuh sepanjang ketersediaan pakan yang cukup dan kualitas perairan yang mendukung.

Di laporkan oleh pakar perikanan, ikan ini dapat mencapai bobot 60 kilogram dengan panjang 15cm.

Ciri-Ciri Ikan Lele Dumbo Antara Lain :

Bentuk badanya memanjang, kepalanya besar dan gepeng dan juga bertulang keras, Matanya yang kecil dan bukaan insang yang cukup besar.

Warna ikan lele dumbo bervariasi ada yang kekuning-kuningan dan abu-abu dengan bercak kehijauan, Dan bagian oerutnya berwarna putih.

Dalan kindisi stres ikan lele dumbo akan menjadi lebih terang dari pada warna aslinya, dan akan muncul bercak-bercak putih yang jelas.

Ikan lele dumbo mempunyai alat pernapasan tambahan berupa organ mirip bunga kol, (arborecent organ) untuk menangkap oksigen dari udara.

Organ tambahan tersebut di sokong oleh tulang rawan dan tertutup oleh jaringan vaskuler, menempel pada akhir lengkung insang ke-4, sehingga ikan ini mampu bertahan pada perairan yang berkadar oksigen yang rendah.

Kemampuan bertahan dalam kondisi tidak menguntungkan tersebut sangat mengagumkan. Ikan lele dumbo dapat bertahun pada temperatur 8-35°C.

Produsen utama ikan lele dumbo dunia adalah china,Tahailand, Yunani, Uganda. meskipun iken lele dumbo adalah komoditas budidaya yang paling banyak di minati oleh masyarakat indonesia namun belum dia akui oleh dunia.

Sebagai produsen ikan lele dumbo dunia.

Baca Juga : 5 Jenis Ikan Pari Air Tawar

3.Ikan Lele Phyton.

jenis-ikan-lele-phyton

Sekelompok komunitas pembudidaya ikan air tawar dari kabupaten padeglang, yaitu kelompok Sinar Kehiduoan Abadi (SKA).

Berhasil mmenghasilkan kualitas ikan lele unggul yang di namakan ikan lele phyton, Ikan ini merupakan hasil hibridisasi antara ikan lele dumbo berina eks thailand dan ikan lele dumbo loka jantan.

di pilihnya ikan lele lokal sebagai pejantan agar dapat menyeauaikan diei terhadap kondisi suhu yang relatif rendah sehingga dapat bertahan hidup.

Ikan lele phyton asal padeglang banten, merupakan keturunan silang ikan lele D89 x ikan lele dumbo.

Ciri-Ciri Ikan Lele Phyton Antara Lain :

Ikan lele phyton memiliki alat peenapasan tambahan aborescent, bentuk kepala pipih dengan mulut kecil, mempunyai punuk di belakang kepala.

Ekornya bulat dan sungut lebih panjang daripada ikan keke dumbo, Bagian atas berwarna hijau kecoklatan, ounggung atas sampai pangkal ekor berwarna kehitaman.

Loreng berwarna hijau kecoklatan, bahian bawah sampai pangkal ekor berwarna putih cerah, ciri -ciri fisik ikan lele phyton hampir sama dengan ikan lele dumbo oada umumnya.

Tetapi bentuk tempurung kepala dan moncong mirip ikan lele lokal, yaitu setwngah membulat.
Sebaliknya kepala ika lele dumbo lebih gepeng.

Tubuh ikan kele phyton lebih langsing dari pada ikan kele dumbo, dan gerakanya lincah.

Keunggulan ikan lele phyton antara kain pertubuhanya lebih cepat dari oada ikan lele dumbo yang beredar di masyarakat.

Feed Convertio Ratio (FCR) ikan leke ohyton mencapai 1:1 yang berarti akan membutuhkan 1kg pakan dan menghasilkan 1kg daging.

Spesifikasi keunggulan ikan lele phyton, antara lain :

Syntasan benih 70.000 butir/Kg induk betina. Kelangsungan hidup atau survival rate (SR) 84-93%, pertumbuhan 7 ekor perKilogram dengan lama pemeliharaan 3 bulan.

4.Ikan lele Paiton.

Ikan lele paiton merupakan sebutan ikan lele dumbo yang berada di suatu daerah bernama paiton jawa timur.

Penampilan ikan kele paiton mirip dengan ikan lele dumbo pada umumnya, ikan lele paiton berwarna abu-abu gelap dengan bercak-bercak putih, kepala gepeng meruncing, moncong dan barbel identik dengan ikan lele dumbo.

Di jawa timur ikan lele paiton merupakan strain ikan lele yang menepunyai laju pertumbuhan paling cepat di banding ikan lele lain.

Oleh karena itu unit pengelola budidaya air tawar (UPBAT) Mojokerto sangat gencar memproduksi ikan paiton untuk menyuplai masyarakat luas.

Black Paiton merupakan ikan lele jenis unggul yang di kembangkan di daerah paiton, probolinggo jawa timur.

Ciri-Ciri Ikan Lele Paiton Antara Lain :

  • Berwarna hitam saat benih dan menjadi hitam kehijauaan saat dewasa.
  • Memiliki daya tahan yang kuat, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi (maksimum 800mdpl).
  • Tidak mudah terserang penyakit. Masa pertumbuhan cepat, pertambahan panjang tubuh 1-1,5cm perMinggu, sesangkan pencapaian bobot 100-125 gram/ekor hanya di tempuh dalam waktu 3 bulan (sejak pembibitan, 0,7g).
  • Agresif, memiliki nafsu makan yang baik sehingga memudahkan feeding program.

5.rIkan Lele Masamo.

jenis ikan lele masamo

Indukan ikan lele masamo (Clarias Gariepinus) merupakan ikan lele asli afrika yang di impor pada tahun 2009.

Indukan ikan lele dari afeika selatan itu di silangkan dengan ikan lele dari thailand sehingga menghasilkan ikan lele masmo.

Ikan lele jenis masamo ini banyak si budidayakan oleh petani daerah Mojokerto jawa timur.

Ikan lele ini awalnya di produksi oleh oerusahaan pelet ikan Matahari Sakti.

Dalam proses kegiatan breeding, hatchery masamo mendapat dukungan supervisi dari tenaga-tenaga ahli pencipta ikan lele sangkuriang dan para pakar dari kalangan akademi dan universitas.

Pembesara ikan lele masamo menggunakan teknologi bioflok, yaitu teknoligi rekayasa perkembangan pakan alternatif di bidang budidaya perikanan.

Inti teknologi tersebut mengolah vemaran hasil dari limbah organik, terutama aminiak menjadi protein bioflok.

Selanjutnya bioflok tersebut dapat di manfaatkan sebagai subsitusi oakan bagi ikan yang di budidayakan.

Pemanfaat teknologi bioflok sangat efisien karena kolam tidak sering di ganti airnya dan irit pakan ikan.

PT.Matahari Sakti (MS) sebagai salah satu produsen pakan ikan ternama di indonesia yang mengembangkan ikan lele masamo.

Ciri-Ciri Ikan lele Masamo antara lain :

  • Warna badan hitam pekat kebiruan.
  • Bentuk kepala gepeng melonjong.
    Ukuran lebih pendek.
  • Bobot tinggi.
  • Pertumbuhan cepat.
  • Dan tahan terhadap penyakit.

Keunggulan ikan lele masamo terletak pada pertumbuhanya yang cepat, nafsu makan sangat tinggi, dan pencernaan lebih baik.

Tidak seperti ikan lele pada umumnya jika di beri oakan yang berlebihan akan kembung, pecah dan mati karena mengiritasi pada lambung.

Ikan lele masami mempunyai toleransi terhadap hal tersebut, dan huga tokeran terhadap stress. Efiesiensi pakanya cukup tinggi, Nilai konversi pakan (Feed Convertio Ratio) FCR di bawah 1, yang berarti 1kg pakan menghasilkan lebih dari 1kg bobot.

Keseragaman ikan ini juga cukup baik, rata-rata pertumbuhan harianya 1,5-2 gram perhariperhari, Sehingga masa budidaya lebih singkat sekitar 15-25 hari.

Spesifikasi pada ikan lele masamo antara lain :

Sintasan benih 110,00 butir/kg induk betina, kelangsungan hidup atau survival rate (SR) 90%, Pertumbuhan 7 ekor/kg, Lama pembudidayaan 2½ bulan, adaptasi lingkungan baik, ketahanan penyakit baik, Dan nilai konversi pakan atau FCR 1:0,7.

“Jawa Tani Media”

Tinggalkan Balasan