gambar ikan lele
Tips Budidaya

Mengenal Ikan Lele Beserta Anatomi Dan Morfologinya

Ikan lele adalah ikan air tawar yang banyak di temukan di berbagai daerah daerah di indonesia. Ikan lele memiliki ciri-ciri tubuh yang licin tak besisik dan berkumis di bagian dua sisi mulutnya.

Pada umumnya ikan kele bisa memiliki panjang 1-1,5 meter dan berdiameter 30-40 centi meter.

Ikan lele juga beredar di berbagai negara seperti, Malaysia, Srilanka, Afrika, Thailand dan Tiongkok.

Di indonesia sendiri nama ikan lele memiliki nama yang berbeda-beda di tiap daerah, ikan lele juga sudah menjadi bagian konsumsi banyak kalangan di indonesia.

Menyangkut besarnya kebutuhan terhadap ikan lele, tak sedikit pula berbagai kalangan yang mem budidaya ikan lele sebagai peluang bisnis.

Biasanya hasil budidaya akan langsung di jual di pasar-pasar daerah atau di jual kepada pemilik rumah makan yang membutuh kan ikan lele.

Seperti halnya warung pecel lele yang banyak berada di pinggir jalanan setiap daerah di indonesia.

Ikan lele memilik nama ilmiah Clarias, ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya tampak seperti sidat yang pendek.

Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap.

Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.

Ada yang mengatakan,bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut.

Ikan lele diklasifikasikan dalam suatu tata nama sehingga memudahkan dalam identifikasi.

Tata nama dalam klasifikasi yang berdasarkan ilmu taksonomi tersebut biasanya menggunakan bahasa latin.

Dalam kelompok, hewan lele termasuk famili Clariidae, yaitu jenis ikan yang mempunyai bentuk kepala gepeng dan mempunyai alat pernapasan tambahan.

Baca Juga : Cara Pengembangbiakan Ikan Lele

gambar organ pada ikan lele

Klasifika Pada Ikan Lele

8 Macam Klasifikasi

Adapun sistematika dan klasifikasi nya adalah sebagai berikut :

  • Filum : Chordata (bangsa hewan yang bertulang belakang)
  • Kelas : Pisces (bernafas dengan insang)
  • Subkelas : Telestoi (ikan yang bertulang keras)
  • Ordo : Ostariophysi (ikan yang di dalam rongga perut bagian atas memiliki tulang sebagai alat perlengkapan keseimbangan yang disebut tulang Weber)
  • Subordo : Siluroida (ikan yang bentuk tubuhnya memanjang, tidak bersisik dan berkulit licin)
  • Famili : Clariidae (kelompok ikan yang mempunyai ciri khas seperti bentuk kepala pipih dengan lempeng tulang keras sebagai batok kepala, bersungut empat pasang, sirip dada berpatil, serta mempunyai alat pernapasan tambahan yang memungkinkan ikan lele mengambil oksigen secara langsaung dari udara)
  • Genus : Clarias
  • Spesies : Clarias sp.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Panduan Lengkap (2019)

Jenis ikan Clarias sp. banyak ditemukan di Afrika dan Asia Tenggara.

Di benua Afrika banyak sekali ditemukan jenis ikan lele, tetapi yang paling dominan adalah Clarias Lazera, Clarias anguillaris, Clarias dumerili, Clarias mosambicus, Clarias senegalensis, Clarias gariepinus.

Jenis ikan lele yang ada di perairan indonesia yaitu lele lokal (Clarias batracus), Clairas leiacanthus, Clarias nieuhof, Clairas teijsmani, dan Clairas meladerma (keli).

Di antara jenis ikan lele tersebut Clarias batracus yang paling populer, sedangkan ketiga jenis lele lain tidak begitu banyak di temukan.

Bahkan ketiga jenis ikan lele tersebut sekarang sudah langka dan jarang ditemukan.

Berdasarkan warna tubuhnya, ada 3 jenis lele lokal yaitu lele hitam (kelabu/abu-abu), lel putih atau belang (hitam dan putih), dan lele merah/ kemerahan.

Lele hitam umumnya terdapat di kolam budi daya atau alam.

Sementara itu lele berwarna putih dan merah sudah jarang ditemukan dan biasanya di budidayakan sebagai ikan hias karena keanehan warnanya.

Di Indonesia juga dikenal lele dumbo yang merupakan hasil kawin silang. Waktu pertama kali didatangkan dari taiwan, lel dumbo ini tercatat bernama ilmial Clarias fuscus.

Beberapa waktu kemudian, ada yang menyatakan bahwa nama yang benar adalah Clarias gariepinus, itu menurut beberapa pendapat dari peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor (BRPBATPP) dibenarkan oleh importir dan tenaga ahli dari taiwan.

Lele dumbo ini sebenarnya merupakan hasil kawin silang antara induk betina asli Taiwan dengan induk jantan asal Kenya Afrika.

Baca Juga : Pengendalian Hama Dan Penyakit Ikan Lele

gambar ikan lele

Mengenal Fisiologi Pada Ikan Lele

Untuk mempelajari fungsi, mekanisme, dan cara kerja organ, jaringan, serta sel-sel organisme ikan lele perlu anda ketahui fisiologinya.

Adapun fisiologi ikan lele meliputi pernapasan, pencernaan, reproduksi, sistem mobilitas, dan peredaran darah.

1. Sistem Respirasi

Sistem pernapasan pada ikan lele adalah proses pengikatan oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) oleh darah melalui permukaan alat pernapasan.

Oksigen sebagai bahan pernapasan yang dibutuhkan oleh sel untuk berbagai reaksi metabolisme.

Oleh karena itu,kelangsungan hidup ikan lele sangat ditentukan oleh kemampuannya memperoleh oksigen yang cukup dari lingkungannya.

Ikan lele mempunyai alat pernapasan berupa insang serta labirin sebagai alat pernapasan tambahan.

Alat pernapasan ikan lele terletak di kepala bagian belakang insang pada kepala ikan merupakan komponen penting dalam pertukaran gas, insang terbentuk dari lengkungan tulang rawan yang mengeras dengan beberapa filamen insang di dalamnya.

Setiap filamen insang terdiri atas banyak lamela yang merupakan tempat pertukaran gas.Bentuk alat pernapasan (labirin) ikan lele seperti rimbunan dedaunan.

Labirin berwarna kemerahan yang terletak di bagian atas lengkung insang kedua dan keempat.

Fungsi labirin ini mengambil oksigen dari atas permukaan air sehingga dapat mengambil oksigen secara langsung dari udara.Dengan alat pernapasan tambahan ini, ikan lele mampu bertahan hidup dalam kondisi oksigen yang minum.

Baca Juga : Cara Memilih Bibit Ikan Lele Yang Berkualitas

2. Sistem Mobilitias

Sebagai alat bantu untuk berenang lele memiliki siriip.Sirip merupakan alat tambahan yang berfungsi untuk mengatur kedudukan, getaran, dan arah gerakan serta menjaga keseimbangan pada posisi diam.

Masing-masing sirip di kontrol oleh serangkaian otot dan didukung pada bagian internal oleh sejumlah jari-jari tulang rawan atau tulang keras.Ikan lele memiliki 3 buah sirip tunggal, yakni sirip punggung (dorsal), sirip ekor (caudal), dan sirip dubur (anal).

Sirip punggung dan sirip dubur tersebut berfungsimenjaga keseimbangan, sedangkan sirp ekor berfungsi untuk bergerak maju.

Di belakang sirip punggung terdapat tonjolan yang dikenal sebagai sirp adiposa atau sirip lemak.Ikan lele juga memiliki sirip berpasangan yaitu sirip dada (pectoral) dan sirip perut (ventral).

Kedua sirip berpasangan tersebut berfungsi untuk membantu arah gerak, berhenti, atau keseimbangan.

Pada bagian sirip dada dilengkapi dengan sirip yang keras dan runcing yang di sebut patil. Disamping sebagai senjata untuk mempertahankan diri, patil juga berfungsi sebagai alat bantuk lele untuk bergerak.

3. Sistem Pencernaan Ikan Lele.

Pakan yang dimakan ikan lele akan melewati suatu sistem pencernaan. Pakan tersebut disederhanakan melalui mekanisme fisik dan kimiawi menjadi bahan yang mudah diserap, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah.

Pakan ikan lele akan di cerna dalam saluran pencernaan. Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, rongga mlut, esofagus, lambung, usus, dan dubur.

Usus yang di miliki ikan lele lebih pendek dari panjang badannya.

Hal ini merupakan ciri khas jenis ikan karnivora, serta lambungnya relatif besar dan panjang.Perencanaan bahan makanan secara fisik atau mekanik dimulai dari bagian rongga mulut, yaitu dengan berperannya gigi dalam proses pemotongan dan penggerusan makanan.

Selanjutnya, bahan makanan dicerna di lambung dan usus dengan adanya gerakan atau kontraksi otot.

Pencernaan secara fisik pada segmen atau tahapan ini terjadi secara efektif karena adanya aktivitas cairan digestif.

Proses pencernaan makanan dipercepat oleh sekresi kelenjar pencernaan.

Adapun kelenjar pencernaan ikan lele terdiri dari hati dan kantong empedu, lambung, dan usus juga dapat berfungsi sebagai kelenjar pencernaan.

Kelenjar pencernaan ini menghasilkan enzim pencernaan yang berguna dalam membantu proses penghancuran makanan.Kelenjar pencernaan pada ikan lele menghasilkan enxim-enzim pemecah protein.

4.Sistem Reproduksi

Untuk melestarikan jenis atau kelompoknya, ikan lele bereproduksi supaya menghasilkan keturunan.

Ciri-ciri spesifik alat reproduksi lele jantan yaitu alat kelamin yang berbentuk runcing dan memanjang.

Kantong sperma (testis) berjumlah 2 buah yang berbentuk pipih.

Ciri spesifik alat reproduksi induk ikan lele yakni alat kelaminnya berbentuk bulat (oval) dan mempunyai kantong telur (ovarium) sebanyak 2 buah.

Lele berkembang biak secara ovipar (eksternal) yaitu pembuahan terjadi diluar tubuh. Artinya Spermatozoa membuahi telur di luar tubuh ikan tersebut.

Untuk membuahi telur, spermatozoa harus bergerak .

Spermatozoa pada induk jantan tersebut bersifat immotile dalam cairan plasmanya dan akan bergerak apabila bercampur dengan air.

Pertemuan gamet jantan dan betina akan membentuk zigot sebagai cikal bakal menjadi generasi baru.

Perkembangan gamet jantan (sperma) maupun betina diatur oleh hormon sejenis gonadotropin.

Baca Juga : Cara Menyortir Yang Benar Dalam Budidaya Ikan Lele

5. Sistem Peredaran Darah Ikan Lele

Aktivitas sel, jaringan, maupun organ tubuh ikan lele membutuhkan nutrisi dan oksigen. Bahan-bahan ini dapat disuplai jika peredaran darah berjalan normal.

Sistem peredaran darah pada ikan, khususnya ikan lele bersifat tunggal.

Sistem ini hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah yakni darah dari jantung dipompa ke insang untuk melakukan pertukaran gas, kemudian ke berbagai organ tubuh.

Setelah itu darah kembali ke jantung.Sistem peredaran darah merupakan proses fisiologi yang sangat penting.

Sistem peredaran darah memiliki banyak fungsi, tetapi pada umumnya sebagai alat transpor.

Adapun komponen penyusun sistem peredaran darah terdiri dari jantung, darah, saluran darah, dan limpa.

Saluran pembuluh darah utama pada ikan adalah arteri dan vena yang terdapat di sepanjang tubuh.

Arteri yang di sebut juga dengan pembuluh nadi berfungsi membawa darah meninggalkan jantung.

Vena atau pembuluh balik berfungsi membawa darah kembali ke jantung.

Selain pembuluh utama, ada juga pembuluh-pembuluh cabang atau kapiler yang menuju ke kulit, otot , otak, tulang belakang, dan organ visceral.

Suapaya jantung dapat memompa darah dan mengisinya kembali, diperlukan kontrol terhadap jantung melalui dua proses yang saling bertentangan yaitu adrenergik dan cholinergik.

Selain itu untuk menjamin aliran darah terus berlangsung, darah dipompa dengan perbedaan tekanan.

Aliran darah juga dipengaruhi oleh viskositas darah.an diatas anda bisa lebih leluasa ketika memilih lingkungan ideal untuk ternak ikan lele.

Baca Juga : Cara Pembenihan Ikan Lele Beserta Pemijahan Ikan Lele (Panduan Lengkap)

Menurut anatomi dan morfologi lele terbagi menjadi 3 bagian.

Berikut penjelasan bagian dari hewan ikan lele :

Kepala (cepal).

Hewan yang satu ini memiliki kepala yang panjang hampir mencapai seperempat dari panjang tubuhnya.

Kepala lele berbentuk pipih kebawah (depressed), bagian atas dan bawah kepala tertutup oleh tulang pelat.

Tulang pelat berbentuk ruangan rongga di atas insang, di bagian inilah terdapat alat pernapasan tambahan lele berupa labirin, mulut lele pada ujung moncong (pangkal) dengan dihiasi 4 kumis.

Mulut lele dilengkapi dengan gigi nyata, atau hanya berupa permukaan kasar mulut bagian depan.

Ikan lele juga memiliki 4 pasang kumis yang terletak disekitar mulut, Sepasang kumis hidung, sepasang kumis mandibular luar, sepasang kumis mandibular dalam, dan sepasang kumis maxilar.

Lele mempunyai alat olfaktori di dekat kumis yang berfungsi untuk perabaan dan penciuman serta penglihatan lele yang kurang berfungsi dengan baik.

Mata lele berbentuk kecil dengan tepi orbital yang bebeas, matanya latero-lateral atau di permukaan dorsal tubuh yang dapat mengenali warna.

Untuk memfokuskan pandangan, lensa mata dapat bergerak keluar masuk.

Ikan lele memiliki sepasang lubang hidung (nostril) yang terdapat pada bagian anterior, nostrill sendiri berfungsi untuk mendeteksi bau dan sangat sensitif.

Badan (abdomen)

Hewan ini mempunyai bentuk badan yang berbeda dengan jenis ikan lainnya, seperti tawes, mas, maupun gurami.

Ikan lele mempunyai bentuk tubuh memanjang agak bulat dan tidak bersisik.

Warna tubuhnya kelabu sampai hitam, badan lele pada bagian tengahnya mempunyai ptongan membulat.

Bagian belakang tubuhnya berbentuk pipih ke samping (compressed).

Dengan demikian ada 3 bentuk potongan melintang pada ikan lele, yaitu pipih ke bawah, bulat, dan pipih ke samping.

Ekor (caudal)

Sirip ekor ikan lele membulat dan tidak bergabung dengan sirip punggung maupun sirip anal.

Sirip ekor berfungsi untuk bergerak maju sedangkan sirip perut berbentuk membulat dan panjangnya mencapai sirip anal.

Sirip dada ikan lele dilengkapi sepasang duri yajam yang umumnya disebut patil.

Selain untuk membela diri dari pengaruh luar yang menggangunya, patil ini juga digunakan ikan lele untuk melompat keluar dari air dan melarikan diri.

Dengan menggunakan patil, lele dapat berjalan di darat tanpa air cukup lama dan cukup jauh.

Daerah Asal Dan Penyebaran Ikan Lele

Menurut sejarahnya ikan lele berasal dari perairan afrika, di temukan hampir di semua rawa danau yang ada di sana.

Di perairan indonesia di kenal adanya ikan lele lokal, Lele lokal sudah di budidayaka  sejak tahun 1975 di blitar jawa timur.

Daging ikan lele lokal di kenal sangat gurih dan renyah karena tidak mengandung banyak lemak.

Tahun 1980an di kenalkan varietas ikan lele baru yaitu ikan lele dumbo (Clarias Gariepinus) yang berasal dari afrika.

Lele dumbo di kenal memiliki ukuran yang sangat besar, sehingga dikenal sebagai King Cat Fish.

Ikan jenis ini merupakan hasil kawin silang antara induk betina asli jenis dari Taiwa dan induk jantan asal kenya.

Selanjutnya pada tahun 1985 di datangkan Lele dumbo di indonesia. Budidaya ikan berkembang di daerah garut, Bekasi, Bogor, Sukabumi, dan Tangerang.

Dalam beberpa tahun terakhir budidaya ikan lele tidak hanya di budidayakan di kolam-kolam, tetapi di perairan umum dalam keramba jaring apung.

Di indonesia ikan lele di kenal beberapa nama seperti :

  • Ikan Maut (Sumatra Dan Aceh)
  • Ikan Keling (Sulawesi Selatan)
  • Ikan Kalang (Sumatra Barat)
  • Ikan Lindi (Jawa Tengah)
  • Ikan Keli (Riau Dan Malaysia)

Berikut mengenai sejarah beserta Anotomi dan Morfologi ikan lele, Silahkan berkomentar terkait uraian tentang ikan lele. Terima kasih telah berkunjung 🙂