Hama dan penyakit kacang tanah merupakan ancaman yang serius terhadap hasil produksi nantinya. Bahkan dapat menyebabkanya gagal panen dalam budidaya kacang tanah.

Sebelumnya saya telah mengulas bagaimana cara budidaya kacang tanah, yang di mana tentunya dalam proses budidaya tanaman hama dan penyakit merupakan sesuatu yang umum bisa terjadi.

Dan pada artikel ini saya akan mengulas bagaimana pengendalian hama dan penyakitnya kacang tanah.

Pada umumnya ada beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang dalam peoses budidaya kacang tanah.

Hama Dan Penyakit Kacang Tanah

Dalam budidaya atau menanam kacang tanah tentunya tidak lepas dari gangguan berupa hama ataupun penyakit yang dapat menyebabkan kerugian cukup besar.

Oleh sebab itu lah para petani wajib mengetahui terlebih dahulu bagaimana pengendalian dari gangguan hama dan penyakit yang sewaktu-waktu bisa menyerang tanaman.

Dengan cara mengenali jenis hama dan penyakit serta melakukan pencegahan sebisa mungkin ataupun pengendalian nya.

Berikut adalah beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman kacang tanah beserta pengendalianya :

Ulat Tanah (Agrotis sp.)

ulat tanah

Ulata tanah bersifat polifag (memakan segala jenis tanaman) dan aktif pada senja atau malam hari. Hama ini akan menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, memakan akar, batang bagian bawah dan polong yang dapat membuat tanaman layulayu, terkulai dan roboh.

Pengendalian terhadap hama ini sebagai berikut :

– Sanitasi dengan cara membersihkan gulma dan tanaman yang terserangterserang, yang dapat menjadi inang.

– Telur dan ulat di bakar atau di musnahkan.

– Pengolahan lahan secara sempurna (olahan maksimum) sebelum tanam.

– Penyemprotan menggunakan pestisida yang di anjurkan seperti dursban 20 EC jika serangan tidak dapat di kendalikan.

Ulat Penggorok Daun, Biloba (Stomopteryx subsecivella)

Gejala serangan hama ini di tunjukan oleh adanya terowongan di atara lapisan epidermis atas dan bawah daun. Penyerangan terjadi selama pertumbuhan vegetatif dan genertaif.

Daun yang terserang kadang-kadang mennggulung, sebagai persembunyian dan berkepompong. Bekas korokanya berupa gelembung cokelat mida di daun.

Pengendalian untuk hama sebagai berikut :

– Sanitasi bagian tanaman yang terserang kemudian memusnahkanya.

– Pembersihan gulma yang dapat menjadi inang.

– Penyemprotan dengan insektisida sistemik, seperti azodrin 15 W5C, Sevin 85 S, atau Sevin 5D.

Baca Juga : Prospek Budidaya Kacang Tanah

Ulat Gerayak (Spodoptera sp.)

Ulat gerayak atau ulat daun termasuk pemangsa segala jenis tanaman (polifag). di tandai dengan daun yang terlihat lubang-lubang dan tidak utuh. Serangan hama ini Serangan hama ini menyebabkan tanaman gundul karena daun habis di makan ulat. Serangan berata umumnya terjadi saat musim kemarau.

Pada siang hari hama ini tidak aktif dan bersembunyi di rerumputan sekitar tanaman kacang tanah atau di dalam tanah. Waktu penyerangan hama ini menjelang senja hari dan terus memuncak hingga malam hari.

Berikut pengendalian hama ulat grayak terhadap kacang tanah :

– Sanitasi lahan dengan cara membersihkan gulma dab=n sisa tanaman yang dapat menjadi sumber infeksi.

– Pemusnahan kelompok telur, larva atau pupa, dan bagian tanaman yang terserang.

– Pengendalian menggunakan perangkap feromonoid  seks untk ngengat spodoptera litura  sebanyak sebanyak 40 buah/ha atau 2 buah per 500/m². Pemasangan perangkap di lakukan sejak tanaman berumur 2 minggu.

– Penyemprotan nsektisida yang terdaftar, tepat waktu, tepat dosis dan tepat sasaran, jika intensitas serangan hama meningkat.

Penghisap Daun (Empoasca sp.)

Di lihat dari gejala seranganya, hama ini mengisap cairan pucuk daun tanaman kacang tanah sehingga bagian pucuk daun dan seluruh daun mengering dan akhirnya mati. Pengendalian terhadap hama penghisap daun sebagai berikut :

– Penanaman kacang tanah hendaknya di lakukan secara serempak.

– Pergiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman yang bukan sejenis atau se famili.

– Penyemprotan insektisida kontak atau yang bersifat sistemik, seperti lannate 25 WP, Lebaycid 500 EC, Sevin 5D, Sevin 85 S, Supraciden 40EC, atau insektisida yang lain yang terdaftar.

Kumbang Daun

Gejala serangan hama kumbang daun di tandai dengan daun-daun yang tampak berlubang. Serangan lebih lanjut hama ini tinggal tulangan nya saja, hama ini juga akan memakan pucuk bunga. Pengendalian terhadapa hama kumbang daun dapat di lakukan denga cara berikut :

– Penanaman kacang tanah sebaiknya di lakukan secara serentak

– Peyemprotan misalnya menggunakan agnotion 50EC, Azodrin 15 WP, dan Diazeno 60 EC.

Penyakit Kacang Tanah

Penyakit pada tanaman merupakan gangguan pada tanaman yang di sebabkan oleh mikroganisme (virus, bakteri, protozoa, jamur, cacin, dan nematoda). Penyakit pada tanaman pada umumnya dapat di kendalian dengan pemberian obat-obatan yang di khususkan untuk pengendalian penyakit tanaman. Berikut beberapa penyakit yang sering menyerang dalam proses budidaya kacang tanah :

Penyakit Layu Bakteri

Serangan penyakit layu bakteri di tandai dengan seluruh tanaman layu secara mendadak. Jika batang di belah, terlihat jaringan pada pembuluh, pangkal batang, dan akar yang berwarna kecokelatan. Jika di potong melintang dan di celupkan air bersih, cairan keruh terlihat keluar dari potongan batangatau akar tersebut.

Cairan tersebut merupakan koloni bakteri yang menghambat transportasi airdari akar. Penyebab layu bakteri adalah Xanthomonas solanacearum.  Bakteri ini bisa hidup lama dalam tanah. Serangan hebata penyakit layu bakteri terjadi pada saat temperatur cukup tinggi. Pengendalian terhadapa penyakit ini dapat di lakukan sebagai berikut :

– Lahan penanaman sebaiknya bukan bekas tanaman yang sefamili, karena bakteri ini mampu bertahan lama dalam tanah selama 2 tahun.

– Drainase lahan harus tersedia dengan baik untuk menghindari genangan.

– Penanaman varietas kacang tanah yang resisten.

– Sanitasi gulma dan tanaman  yang terserang dengan cara di cabut kemudian di bakar.

– Pengendalian secara kimiawi dengan menyemprotkan bakterisida, seperti agrimycin 15/1, 5WP. atau Agrept 20 WP.

Penyakit Karat

Gejala serangan penyakit karat di tandai dengan adanya bercak cokelat muda sampai cokelat tua pada daun. Daun yang tersrang, kemudian mengering dan gugur. Serangan patogen ini menyebabkan produksi polong menurun dan kandungan minyak menjadi lebih rendah. Penyakit ini di sebabkan oleh jamur Puccinia Arachidis.

– Pengendalian terhadap penyakit karat dapat di lakukan dengan cara-cara berikut ini :

– Penanaman varietas kacang tanah yang resisten terhadap penyakit ini.

– Sanitasi tanaman yang terserang dan gulma yang dapat menjadi inang.

– Penyemprotan fungisida yang terdaftar, seperti Baycor 300EC dan Folicur 250EC.

Penyakit Bercak Daun

Penyakit bercak daun ada 2 jenis, yaitu Cercospora personata  dan Cercospora arachidcola . Serangan cercospora personata di tandai dengan timbulnya bercak cokelat pada daun sebelah bawah, di tengah-tengah berwarna hitam, dan sekelilingnya bercak terdapat sesuatu daerah yang berwarna kuning.

Seranagan penyakit cercospora archidicoladi tandai dengan timbulnya bercak pada permukaan bawah dan atas daun, tidak ada bercak hitam di tengah, dan tidak ada daerah kuning di sekelilingnya. Kedua jamur ini biasanya menyerang pada saat tanaman menjelang panen. Oleh karena itu, banyak petani menganggap bahwa timbulnya seranagan jamur tersebut menandakan saat panen hampir tiba.

– Pengendalian terhadapa penyakit ini dapat di lakukan sebagai berikut :

– Drainase lahan harus tersedia dengan baik untuk menghuindari genangan.

– Penanaman varietas kacang tanah yang resisten terhadapa penyakit ini.

– Sanitasi gulma dan tanaman yang terserang dengan cara di cabut kemudian di bakar.

– Pengendalian secara kimiawi dengan menyemprotkan fungisida, seperti Benlox 50 WP, Golek 250 EC, Benlate, Dithane M-45 80 WP, Antracol 70 WP, BM Conzole 250 EC, dan fungisida lain yang terdaftar.

Penyakit Busuk Batang

Penyakit bususk batang di sebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii.  Jamur ini menyerang pangkal batang atau bagian tanaman yang lunak sehingga menyebabkan bercak-bercak hitam. Tanaman yang terserang penyakit ini akan layu dan mati. Penyakit maerusak tanaman terutama pada saat kondisi lahan lembap.

– Pengendalian penyakit busuk batang dapat di lakukan sebagai berikut :
Pergiliran ( Rotasi ) tanam dengan tanaman yang bukan sefamili.

– Penanaman varieatas kacang tanah yang resisten.

– Sanitasi tanaman yang terserang penyakit dan kemudian di bakar atau di musnahkan.

– Penyemprotan menggunakan fungisida yang terdaftar

Penyakit Virus Mozaik

Tanaman kacang tanah yang terserang virus ini daunya belang-belang kuning hijau. Daun yang akan tumbuh kerdil dan melengkung ke atas. Virus di tularkan melalui perantara kutu daun dan werang daun. Pengendalian terhadap penyakit virus mozaik dapat di kendalikan sebagai berikut :

– Sanitasi tanaman yang terserang denga cara di cabut dan di bakar.

– Penanaman varietas kacang tanah yang resisten.

– Penyemprotan insektisda, seperti Lannate 25 WP, Lebaycid 500 EC, Sevin 5D, Supraciden 40 EC, atau jenis lain yang bisa mengendalikan vektornya.

Penyakit Gapong

Serangan penyakit gapong di tandai denga pertumbuhan tanaman yang kerdil, kaku, daun kekuningan, dan jikan tanaman di cabut, akar serta polongnya sudah busuk. Pengendalian terhadap penyakit gapong dapat di lakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

– Penyiapan lahan dengan pengolahan tanah yang maksimal.

– Pengaturan drainase dan aerasi yang baik.

– Penanaman varietas benih kacang tanah yang resisiten.

– Penyemprotan pestisida DD ( Dichloropane Dichloropane ) dengan dosisi 40-80 liter/ha.

Penyakit Sapu

Gejala serangan yang timbul dari penyakit sapu, yaitu daun dan tunas tepi pada tanaman kacang tanah tumbuh lebih banyak daripada yang normal, tetapi ukuranya kecil mirip sapu. Ginofor (Calon Polong) yang akan masuk ke tanah tumbuhnya mengarahke atas sehingga pembetukan polong gagal.

Pengendalian terhadap penyakit sapu sebagai berikut :

– Memusnahkan tanaman yang terserang agar tidak menular pada tanaman yang lain.

– Melakukan sanitasi lingkungan dengan membersihkan gulma-gulma di sekitar tanaman.

– Menanggulangi vektornya agar penyakit tidak menyebar, dengan cara menggunakan menyemprokan insektisida.

Dan itulah beberapa hama dan penyakit dalam budidaya kacang tanah yang sering terjadi oleh petani-petani indonesia, Semoga dengan ulasan ini dapat membantu semua petani yang sedang mengalami masalah dalam pengendalian hama dan penyakit kacang tanah.

Tanaman kacang tanah merupakan divisi  Tracheophyta.

Bila ada pertanyaan silahkan dengan berkomentar di bawah atau bisa menghubungi admin jawatani melalui halaman contact. Semoga bermanfaat…..

About the author

Pak Sapto