Tips Budidaya

Hama Dan Penyakit Ikan Lele Dan Cara Pengendalianya

Beberapa jenis penyebab penyakit ikan lele dan yang sering menyerang ikan lele, Misalnya bakteri, parasit, bahkan cacing. Ikan lele yang terserang organisme-organisme tersebut akan membuat ikan lele terserang penyakit.

Berikut beberapa penyakit yang sering di alami oleh pembudidaya ikan lele,

  1. Cendawan
  2. Bitik-bintik putih
  3. Borok (koreng pada kulit)
  4. Cacingan
  5. Trichodina

Penyakit-penyakit tersebut dapat memyebabkan mengurangi produktivitas dalam ikan lele, Dengan demikian akan mengurangi pendapatan dalam budidaya ikan lele.

Penyakit ikan lele biasanya di sebabkan oleh kondisi pengairan yang tidak baik. Oleh karena itu, pengelolaan air yang baik serta nutrisi pakan dalam membudidayaka ikan lele perlu di perhatikan.

Selain itu kita juga di anjurkan memilih varietas jenis ikan lele yang memiliki sifat unggul dan tahan penyakit.

Misalnya jenis ikan lele sangkuriang dan phyton. Jika ikan lele terlanjur sudah terkena penyakit, harus segera di atasi.

Oleh karena itu para petani perlu tahu penyebab dari penyakit tersebut serta gejala-gejala yang muncul.

Dengan cara ini akan di ketahui cara menggulangi nya.

Penyakit Pada Ikan Lele

Penyakit ikan lele hampir sama dengan penyakit yang ditemui pada ikan tawar lainnya. Hal ini tentunya dapat merugikan para petani budidaya ikan lele.

Penyakit yang biasa menyerang terdiri dari penyakit infeksi yang disebabkan jamur, protozoa, bakteri dan virus.

Jenis-jenis penyakit yang biasanya menyerang ikan lele beserta cara menanggulangi nya. sebagai berikut :

Penyakit Cendawan

Cendawan termasuk penyakit yang sering menyerang dalam budidaya ikan lele. Penyakit ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a. Jenis cendawan yang sering menyerang ikan lele adalah saprolegnia dan achyla. Penyakit ini sering di jumpai di perairan yang kaya akan bahan organik.

b. Penyakit menyerang ikan lele yang sudah terluka atau sedang berada dalam kondisi yamg lemah.

c. Gejala yang di tunjukan oleh ikan lele yang terserang penyakit ini adalah di sekitar lukanya di jumpai banyak serabut berwarna putih.

Tindakan penanganan yang dapat di lakukan dengan cara mengurangi kepadatan tebar bibit lele. Air kolam juga perlu di taburi dengan garam dapur sejumlah 5gram/m².

Sementara itu tindakan pengobatan untuk penyakit ini dengan meredam ikan lele yang terserang penyakit ke dalam air PK berdosis 1gram/100 liter air.

Proses peredaman di lakukan selam 30 menit.

Bintik Bintik Purih Pada Ikan Lele

Penyakit bintik-bintik purih dapat di tunjukan sebagai berikut :

a. Bintik-bintik putih akan menyerang ikan lele yang di pelihara dalam kolam air yang menggenang.

b. Pada permukaan kulit dan juga insang ikan lele di jumpai bintik-bintik berwarna putih yang jika di biarkan terlalu lama, kulit dan insang nya akan rusak sebelum akhirnya mati dalam hitungan jam.

Penanganan terhadap penyakit ini dapat di lakukan dengan memperbaiki sistem sanitasi. Air kolam di taburi garam dapur sejumlah 30gram/liter air.

Sebanyak 2 – 3 kali berturut-turut. Penanganan secara kimiawi dapat menggunakan malachyte green berdosis 0,1 gram/m² selam 2 hari sekali hingga ikan lele sembuh.

Penyakit Borok

Borok merupakan penyakit yang biasanya di takuti oleh pembudidaya ikan lele, karena dapat menyebabkan kematia masal.

Berikut inu ciri-ciri penyakit borok :

a. Penyebab penyakit ini adalah virus aeromonas dan pseudomonas. Yang akan menyerang organ dalam seperti hati, limpa, serta daging oada ikan lele.

b. Ikan lele terserang penyakit ini di tandai dengan dengan munculnya borok di permukaan kulit ikan lele. Borok ini akan mengeluarkan nanah jika penyakit ini sudah sangat parah.

Tindakan pengobatan yang dapat di lakukan, yaitu dengan mengarantinakan ikan lele yang sakit. Ikan lele yang sehat perlu di beri antibiotik untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka.

Antibiotik ini dapat di berikan dengan cara di campurkan dengan pakan ikan lele dengan dosis 1mg / Kg pakan.

Penyakit Cacingan

Penyakit cacingan yang biasanya menyerang ikan lele adalah dactylogyrus dan gyrodactylus. Penyakit ini di tunjukan oleh ciri-ciri berikut :

a. Penyakit ini di temukan di kolam yamg kepadatan tebar ikan nya terlalu tinggi serta baru saja mengalami perubahan lingkungan yang mendadak.

b. Penyakit ini akan menyerang bagian insang bagian unsang ikan lele sehingga akan menyebabkan kesulitan bernapas. Bagian kulit lele berlendir.

c. GeGejala yang di tunjukan ikan lele yang terserang oleh penyakit ini adalah menurunya nafsu makan. Ikan lele juga sering berenang ke permukaan air.

Tindakan penganan yang dapat kita lakukan demgan cara mengganti air dengan jumlah yang besar. Air kolam di taburi garam sejumlah 40gram/m².

Ikan lele yang sakit di rendam dengan formalin 250 cccc/m² selama lima belas menit. Dapat juga dengan menyelupkan tubuh ikan lele yang terluka ke dalam NaCl 2% selama sekitar 30 menit atau larutan NH⁴OH 0,5% selama sekitar sepuluh menit.

Penyakit Hirudinea

Serangan penyakit hirudinea terhadap lele sangat berbahaya karena akan memperlambat pertumbuhanya.

Ikan lele yang terserang penyakit hirudinea di tunjukan oleh ciri-ciri sebagai berikut :

a. Parasit hirudinea yang menyerang ikan lele berupa cacing kecil berwarna merah kecoklatan.

b. Pertumbuhan lele akan terganggu karena parasit ini mengisap darah ikan lele sehingga menyebabkan kekurangan darah dan menghambat pertumbuhan ikan.

Tindakan penanganan yang dapat kita lakukan, Dengan memberi larutan DITEREX 0,5 ppm oada kolam yang ikanya terserang.

Cara lainya dengan mengurangi ikan lele di kolam.

Penyakit Tuberculosis

Penyebab penyakit tuberculosis adalh bakteri Mycobacterium Fortoitum. Penyakit ini di tunjukan sebagai ciri-ciri berikut :

a. Warna ikan lele menjadi gelap dan perut membengkak karena adanya bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa.

b. Ikan lele yang terserang oenyakit tuberculosis lebih suka berada di permukaan air. Lele sering berputar-putar atau miring-miring di permukaan kolam.

c. Di sepur mulut dan sirip terdapat bintik putih.

Tindakan terhadap pemyakit ini dapat di lakukan dengan mememperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam. Jika ikan lele yerlanjur terserang penyakit tuberculosis, Tindakan pengobatam nya dengan memberikan Terramycin.

Cara pembaerian nya dengan mecampur terramycin dengan pakan 5 – 7,5 gram/100Kg ikan perhari.

Campuran ini di berikan setiap hari selama 2 minggu.

Baca Juga : Cara Ikan Lele Berkembang Biak

Hama Yang Sering Meganggu Ikan Lele

Hama pada ikan lele berarti organisme yang memangsa langsung ikan lele atau yang menjadi pesaing kebutuhan hidupnya.

Hama dangat meganggu dalam pembudidayaan lele, meskipun ikan lele selamat dari serangan hama, keberadaanya bisa menjadi pesaing dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga perkembangan lele terganggu.

Biasanya hama yang sering menyerang ikan lele adalah ucrit (larva dari kumbang air) kebeasa, serta kini-kini (larva dari capung).

Berikuy penjelasan beberapa hama yang sering dalam budidaya ikan lele :

Ucrit (Larva Cybister)

Ucrit adalah larva dari kumbang air, yang di kenal juga dengan sebutan larva belalangbelalang atau larva cybister.

Ciri-ciri hama ini sebagai berikut :

a. Bentuk tubuhnya memanjang seperti ulat berwarna kehijauan dan memiliki panjang sekitar 3 – 5 cm.

b. Larva ini akan memangda bibit ikan, khusunya yang masih lemah dan berukuran kecil.

Tindakan pengendalin ucrit, di lakukan dengan beberoa cara, misalnya dengan mengurang bahan organik di sekitar kolam.

Kita juga perlu memasang saringan di pintu air masuk kolam sehingga induk kumbang tidak ikut masuk melalui aliranaliran air.

Oleh karena itu hama ini akan menyerang bibit yang lemah, Masa penebaran bibit hendaknya di lakukan sesuai aturan.

Semakin kecil bibit di tebar, semakin mudah bibit terserang hama termasuk jenis hama ucrit.

Pupuk kandang yang di gunakan hendaknya di tebarkan secara merata agar tidak mengundang hama ucrit datang.

Jika terlanjur hama ini mnyerang, perlu penanganan teknis dengan mengangkat menggunakn seser, membunuh, dan membuangnya di tempat lain.

Penanganan hama terhadap jumlah banyak dapat di lakukan dengan minyak tanah.

Saluran masuk dan keluar air di tutup kemudian di percikkan minyak tanah hingga menutupi lapisan seluruh atas kolam.

Setelah hama mati, buka saluran air kolam lagi tersebut.

Hama Kebeasan Dalam Budidaya Ikan Lele

Meskipun ukuranya kecil kebeasan (Notonecta) merupakan predator bibit ikan yang membahayakan. Ciri-cirihama ini sebagai berikut :

a. Kebeasan merupakan predator bibit ikan dari kelompok serangga air berbentuk seperti mirip beras.

b. Kebeasan akan memangsa bibit yang berukuran kecil, yaitu 1-2 cm. Caranya dengan menusuk mangsanya dan menghisap darah ikan hingga lumpuh.

Penanganan terhadap hama ini adalah dengan mencegah kebeasan dan telurnya dengan cara membuat penyaring di pintu masuk saluran air menggunakan kain kasa halus.

Penanggulangan menggunakan ininsektisida terhadap hama ini tidak di anjurkan karena bisa mengancap kehidupan bibit ikan.

Salah satu cara pengendalian nya dengan cara memercikan minyak tanah di permukaan kolam.

Pada saat di beri percikan minyak tanahtanah, saluran masuk dan keluarnya air hendaknya di tutup terlebih dahulu.

Kebeasan biasanya akan mati karena pernapasan nya kemasukan minyak tanah. Namun tidak dengan ikan.

Kini -Kini (Larva Capung)

Kini-kini merupakan bibit ikan yang sangat ganasganas. Bahkan larva capung ini menjadi momok usaha dalam pembibitan ikan di beberapa daerah.

Ciri-ciri hama kini-kini sebagai berikut :

a. Sebelum menjadi larvalarva, hama ini berbentyk seperti telur kodok yang di baluti lendir dengan panjang 1 – 3 cm.

Telurnya tidak begitu terlihat, namun bila di pengang akan terasa licin di tangan dan dalam 2 hari akan menetas.

b. Setelah menetas kini-kini hidup di dasar perairan, mengalami metamirfosis, dan akhirnya keluar dari air sebagai capung dewasa.

c. Kini-kini yang berada di kolam suka bersembunyi di akar, tanaman air, serta lumpur berlumut di dasar kolam.

Pengendalian terhadap hama ini dapat di lakukan secara mekanis, yaitu mengendalikan perkembang biakan indukinduk, telur, serta larva capung.

Telur capung harus di buang hingga bersih. Pematang dan semak-semak di sekitar kolam juga harus di bersihkan.

Cara lainya bibit yang di pelihara hendaknya sedikit mempunyai ukuran yang cukup besar sehingga tahan terhadap hama kini-kini.

Pengendalina secara kimiawi umumnya di kendalinkan menggunakan insektisidainsektisida, yaitu racun serangga.

Penyemprotan pertama di lakukan sebelum bibit di tebar dan penyemprotan susulan di lakukan setelah bibit di tebar.

Ada yang menyarankan penyemprotan susulan tidak perlu di lakukan. Cukup dengan menangkapi kini-kini dengan tangan atau seser, Kemudian memusnahkanya.

Dan itulah beberapa penyakit ikan lele dan juga hama yang umum terjadi dalam budidaya ikan lele.

Selain hama dan penyakit di atas, ada beberpa hewan yang bisa mengancam budidaya ikan lele, Misalnya burung, biawak, dan ular.

Terkadang katak juga masuk ke dalam kolam dan bertelur di sana. Meskipun katak tidak memangsa lele, kecebong-kecebong nya biasanya juga akan bersaing dalam mendapatkan makanan. terutama dalam usaha pembenihan atau pembibitan.

Pengendalian hewan ini dapat di lakukan dengan cara manual, yaitu dengan mengusirnya atau membuat perangkap.

Jika lokasi kolam Anda tidak cukup aman dari pencurian-pencurian yang tidak di inginkan.

Kita juga perlu melakukan upaya-upaya tertentu. misalnya menyediakan penerangan di sekitar kolam pemeliharaan.

jika dana yanga Anda miliki tidak mencukupi, di sekitar kola juga dapat di buatkan pagar dari tembok atau bambu.

Penanggulangan Dalam Hama Dan Penyakit Ikan Lele

Jika lele menunjukan tanda-tanda sakit, harus segera di cari penyebabnya. Dan ssetelah di lakukan pengobatan, bila perlu ubah kondisi kolam agar sumber-sumber penyakit tersebut benar-benar hilang.

  1. Bila suhu terlalu tinggi, kolam di beri pneduh sementara dan air di ganti dengan suhu yang lebih dingin.
  2. Bila pH air terlalu rendah, di beri larutan kapir 100gram/100liter air.
  3. Bila air mengandung gas-gas beracun (H²S, CO²), air harus segera di ganti.

Pencegahan Dan Penularan Penyakit

Penyakit yang menyerang ikan lele bisa langsung menyerang secara cepat dan serentak sehingga sulit di cegah.

Ada pula jenis penyakit yang penyerangan nya lambat. Untuk menghindar terjadinya penularan penyakit dapat di lakukan dengan langakah-langakah berikut :

  1. Ikan yang memeperlihatkan terkena gejala penyakit di pindahkan atau di isolasi untuk di obati sendiri. Jika sakitnya sangat parah, Sebaiknya ikan tersebut di musnahkan agar tidak sampai menular.
  2. Tidak membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.
  3. Kolam yang telah terjangkit penyakit segera di keringkan. kolam juga perlu di lakukan pengapuran dengan kapur (CaO) berdosis 1kg / 5 m².
  4. Jika kolam hendak di gunakan kembali kurang kepadatan ikanya.

Dan itulah yang bisa Anda lakukan dalam pengendalian hama dan penyakit pada ikan lele, Semoga dengan informasi ini dapat meningkatkan kembali produktivitas usaha Anda dalam usaha budidaya ikan lele maupun pembenihan ikan lele. Semoga bermanfaat.