pemijahan ikan lele
Budidaya Ikan

Cara Pemijahan Ikan Lele Panduan Lengkap

pemijahan ikan lele

Sebelumnya saya telah membahas tentang panduan cara budidaya ikan lele, pada artikel ini selanjutnya saya akan mengulas tentang pembenihan dan teknik pemijahan ikan lele.

Dalam berbisnis ikan air tawar yang satu ini, ada dua segmen yang perlu Anda ketahui yaitu, Menjual ikan lele hasil pembesaran, Dan Menjual bibit atau benih kepada pengusaha pembesaran ikan lele.

Yang tentunya memiliki cara yang berbeda dalam melakukanya begitu juga dengan hasilnya, Namun pada dasarnya melakukahan pembenihan dan pemijahan akan lebih sulit dari pada pembesaran ikan lele.

Karena dalam melakukan pembenihan dan pemijahan perlu keterampilan dan perawatan yang lebih teliti dari pada pembesaranya.

Berikut langkah-langkah pemijahan ikan lele :

Cara Pemijahan Ikan Lele

  1. Seleksi Indukan Untuk Pembenihan Ikan Lele
  2. Pemeliharaan induk untuk pembenihan
  3. Pemberian pakan indukan
  4. Ciri-ciri indukan jantan matang gonad
  5. Ciri-ciri indukan betina matang gonad
  6. Persiapan Sarana Pemijahan Ikan Lele.
  7. Menyiapkan wadah pemijahan
  8. Menyiapkan substrat
  9. Menyiapkan wadah penetasan telurtelur
  10. Menggunakan ekstrak kelenjar hipofisa
  11. Menggunakan oovaprim
  12. Menyuntik induk lele
  13. Proses pemijahan
  14. Pemeliharaan Larva Benih Ikan Lele
  15. Melakukan perawatan larva
  16. Melakukan pendederan benih
  17. Tahap panen benih ikan lele

Seleksi Indukan Untuk Pembenihan Dan Pemijahan Ikan Lele

Untuk menghasilkan benih yang berkualitas, maka pilihlah calon induk lele dengan kriteria yang sehat tanpa cacat dan bebas dari penyakit.

Memimilih indukan untuk pembenihan ikan lele hendaknya di mulai sejak calon indukan masih berukurann 5-10cm, Pilih ikan lele yang mempunyai sifat-sifat unggul.

Seperti tidak cacat, memiliki tubuh yang baik, dan gerakanya lincah.

Pertumbuhan paling cepat di banding yang lainya, Kemudian pelihara calon-calon indukan tersebu dalam kolam pemeliharaan tersendiri.

Pemeliharaan indukan akan lebih baik bila di lakukan secara istimewa dengan cara pemberian pakan yang berkualita dan pengairan yang bagus.

Pemeliharaan Indukan Ikan Lele

Calon indukan di pelihara di kolam terswndiri khusus indukan yang telah di persiapkan, Setelah umur 6-7 bulan, induk induk lele tersebut di pisah antara jantan dan betina.

Dan di pelihara dalam padat tebar ke dalam kolam antara 4-6 ekor/m².

Dalam membedakan ikan lele jantan dan betina, sangat mudah untuk kita amati, p tidak seperti ikan air tawar yang lainya.

Untuk ikan lele jantan alat kelamin yang terlihat di dekat lubang anus berbentuk runcing sedangkan alat kelamin ikan lele betina berbentuk bulat telur.

Tanda berikut dapat di kenali dengan mudah saat ikan kira2 berukuran 20cm.
Di samping itu perut ikan betina nampak lebih gendut dadaripada perut ikan jantan saasaat matang telur (Siap untuk Tahap Pemijahan).

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Panduan Lengkap (2019)

Pemberian Pakan Induk Ikan Lele

Pakan yang diberikan dapat berupa pakan alami ataupun pakan buatan. Pada prinsipnya pakan yang akan di berikan harus mengandung protein yang tinggi minimum 35%.

Jumlah pakan yang di berikan adalah 5% dari total bobot ikan lele tersebut. Dalam penghitungan presentase pakan yang akan di berikan sebaiknya di lakukan sampling (contoh) setiap seminggu sekali.

Untuk perhitungan presentase pakan berikut cara menghitungnya :


Langkah pertama yg harus kita lakukan adalah menimbang ikan. Agar kita tahu berapa isi ikan /kg nya.

Dalam hala ini kita punya 2 sample, yg pertma isi 13 ekor /kg nya/ ukuran remaja.
Yg ke-2 isi 350-400 ekor /kg nya, atau sekitar benih ukuran 4-6cm
Setelah kita tahu berapa isi ikan /kg nya. Mari kita hitung.

Yg pertama ikan isi 13ekor/kg
Semisal kita pelihara ikan 1000 ekor berarti
1000:13. 13 ini kita ambil dari isi ikan /kg nya.

1000 ekor:13ekor/kg= sekitar 75kg.
Jadi jumlah ikan 1000 ekor ukuran 13 ekor/kg nya itu ada 75kg, itu jumlah keseluruhan.

Nah pakan kita kalikan 5% dan kita jadikan gram.

Jadi 75 kgx5%=350 gram
Jadi kebutuhan pakan per hari untuk ikan 1000 ekor dengan ukuran 13 ekor/kg itu sekitar 3,5kg/ hari.

Sebaiknya pemberian pakan di lakukan 2 kali dalam sehari, Pemberian pakan di lakukan secata teratur ahat menjamin ketersediaan protein terhadap calon indukan ikan lele.

Selanjutnya kita bahas dalam melakukan pemilihan indukan yang siap untuk di pijahkan.

Ciri-ciri Indukan Jantan Matang Gonad

Ciri ciri morfologi :

  1. Alat kelamin memerah
  2. Perutnya ramping
  3. Ada perubahan warna tubuh menjadi coklat kemerahan
  4. Apabila di tekan pada bagian perut di dedekat alat kelamin, maka akan mengeluarkan sperma.

Ciri-ciri fisiologi :

  1. Warna sperma kental seperti susu
  2. Jumlah sperma banyak
  3. Gerakan sperma normal, bentuk normal >95%.

Ciri-ciri Indukan Betina Matang Gonad

Alat kelamin bulat dan memerah
Gerakan relatif lamban
Perut nampak bulat membesae
Apabila di raba perut terasa lembek
Warna tubih nampak coklat kemerahan
Apabila perut di urut kadang akan nampak lubang genital.

Ciri-ciri fisiologi :

  1. Diameter telur >1mm
  2. Warna telur hijau transparan
  3. Inti telur telah menepi berada di depan micropile.

Seleksi indukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan induk yang akan di pijahkan. Pada saat penyeleksian induk sebaiknya snagat di lakukan secara hati-hati.

Agar calon indukan terhindar dari luka atau lecet serta tidak mengalami stress yang dapat mengakibatkan ikan tidak mengeluarkan telur.

Sarana Pemijahan Ikan Lele

Sebelum melakukan pemijahan ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, Tentunya menyiapkan segala bahan dan perlengkapan untuk proses pemijahan nanti.

Menyiapkan Wadah Pemijahan Ikan lele

Wadah yang di gunakan untuk pemijahan adalah kolam tanah, bak semen, atau kolam fiber maupun kolam terpal yang berukuran 2 x 1,2 x 0,8m untuk satu pasang induk dengan berat 600 – 700 gram.

Wadah tersebut harus di lengkapi dengan pipa saluran pemasukan dan pembuangan air.

Sebelum induk lele yang akan di pijahkan di masukan ke dalam wadah, maka yerlebih dahulu wadah tersebut harus di bersihkan hingga tidak ada lumut atau kotoran yang menempel.

Setelah bersih, Wadah tersebut di airi dengan kedalaman 40 – 50 cm.

Wadah pemijahan tersebut harus terbebas dari sumber penyebab penyakit seperti parasit, bakteri, jamur, dan virus dan terhindar dari serangan hama seperti ular, biawak, berang-berang, dan kucing.

Pilihlah lokasi yang teduh dan tidak terkena kontak langsung cahaya matahari.

Tutuplah bagian permukaan wadah pemijahan dengan jaring agar mencegah indukan melompat keluar dari wadah pemijahan atau menggunakan wadah yang cukup tinggi agar indukan tidak terjangkau keluar ketika melompat.

Karena biasanya indukan jantan sering mengejar – ngejar indukan betina dalam proses pemijahan.

Menyiapkan Substrat Sebagai Sarang Telur

Substrat sebagai tempat penempelan telur ikan lele, Substrat yang biasa di gunakan adalah kakaban yang terbuat dari ijuk dan di jepit dengan bilah bambu atau pipa.

Ukuran kakaban biasanya 1,2 x 0,45m. Satu pasang induk dalam satu bak biasanya membutuhkan 4 buah kakaban. Peletakan kakaban membujur dan seluruh kakaban di tenggelamkan di dasar wadah pemijahan.
Dengan cara di beri pemberat.

Menyiapkan Wadah Penetasan Telur

Secara umum ada dua macam media penetasan telur indukan ikan lele yaitu :

1.Media di amana pemijahan berlangsung
Contohnya adalah kolam tanah, bak semen, bak fiber dan kolam terpal.

Cara kerjanya adalah induk ikan yang sudah di pijahkan (jantan dan betina) segera di tangkapa dan di pindahkan dari wadah pemijahan tersebut sesangkan telurnya di biarkan dalam media kakaban hingga telur menetas.

2.Media penetasan telur ikan lele secara khusus.

Contohnya adalah McDonald jar. Cara kerjanya adalah telur-telur yang telah di buahi (fefertilisasi) di ambil dan di pindahkan ke wadah penetasan secara khusus.

Penggunaan teknik ini di anggap lebih baik karena kualitas airnya lebih terjaga, baik dari segi ketersediaan oksigen maupun kestabilan suhu.

Menyiapkan Wadah Pememliharaan Benih.

Wadah pemeliharaan benih bisa di kolam semensemen, kolan tanah, maupun kolam terpal. Wadah pemeliharaan benih ikan kele yang baik adalah kolam dengan dasar tanah.

Jika Anda menggunakan kolam tanah dalam pemeliharaan benih, harap di tata terlebih dahulu bagian dasar kolam dan di buat pengaliran dengan dengan pipa yang berguna untuk pemasukan air kedalam dan pengeluran air.

Untuk kedalaman kolam itu sendiri sekitar 40 – 50cm. Pada pemeliharaan secara intensif, benih benih lele biasanya di pelihara dalam bak pemeliharaan khusus dalam rangka melakukan pendederan pasca selesai pemijahan ikan lele.

Yang telah di lengkapi dengan aerasi dan sistem sirkulasi air. Secara khusus dalam bak pemeliharaan.

Untuk mendapatkan kualitas bibit yang lebih baik dengan tingkat jaminan keberhasilan panen benih, Sebaiknya kolam pendederan di lengkapi dengam sistem sirkulasi air.

Hal ini bertujuan agar benih lebih aktif bergerak dan selalu berada dalam kondisi dan kualitas air yang baik. Biasanya dalam kolam pembenihan air tenang dan dinding lebih mudah tumbuh lumut.

Dari semua tahapan pemijahan ikan lele, Perawatan benih adalah hal penting yang perlu Anda lakukan dengan cara memberikan perhatian khusus untuk Anda lakukan.

Pemijahan Ikan Lele Dengan Beberapa Cara

Dalam melakukan mengawinkan atau pemijahan pada ikan lele ada banyak metode yang bisa Anda lakukan, Baik itu pemijahan secara alami ataupun secara intensif.

Pemijahan alami yaitu perkawinan yang tidak memerlukan campur tangan manusia dalam proses pembuahan sel telur dengan sperma.

Sedangkan pemijahan intensif merupakan proses perkawinan yang memerlukan intervensi manusia dalam proses pembuahannya.

Berikut beberapa metode yang bisa Anda lakukan dalam teknik pemijahan ikan lele :

1. Pemijahan Ikan Lele Secara Alami.

Indukan betina dan jantan yang sudah matang atau siap kawin seperti ciri-ciri yang saya sebutkan di atas di masukan kedalam wadah khusus pemijahan yang telah di sediakan.

Indukan lele antara jantan dan betina memiliki perbandingan 1:1, maksudnya adalah masukan satu ekor induk betina dan satu ekor indukan jantan.

Namun ada juga yang mengunakan perbandingan 2:1, yakni 2 ekor indukan betina dengan 1 ekor indukan jantan.

Bila pemijahan secara alami harus di lengkapi dengan kakaban atau ijuk sebagai perangsang yang juga sebagai wadah atau sarang telur nantinya.

Proses pemijahan biasany terjadi 1×24 jam pada malam hari, kesokan harinya akan terlihat butir telur berwarna putih yang menyangkut di media kakaban atau ijuk tadi.

Setelah proses pemijahan kedua indukan tersebut selesai, Segera pindah atau angkat secara pelan-pelan dari wadah pemijahan.

Pisah beberapa kakaban kekolam lain yang sudah di siapkan sebagai wadah penetasan dan pembesaran, bertujuan untuk mengurangi kepadatan jumlah benih pada kolam.

Untuk mencegah tumbuhnya jamur, ganti air sebesar 50% saja dari total volume air sebelumnya, lakukan secara hati-hati agar tidak merusak sarang (kakaban) dan telur ikan.

Secara umum, mulai terjadinya proses fertilisasi(pembuahan sel sperma terhadap telur) hingga penetasan telur menjadi larva berlangsung selama 24-36 jam.

Proses penetasan juga di pengaruhi oleh suhu selama proses inkuinkubasi.

2. Pemijaha Ikan Lele Menggunakan Ekstrak Kelenjar Hipofisa

Cara kerja pengambilan hipofisa, proses pembuatan hormon, serta penggunaan hormin hipofisa sebagai berikut :

Siapkan ikan indukan lele yang akan di ambil hipofisanyhipofisanya
Potong kepala ikan hingga putus, kemudian letakan potongan dengan terlentang lalu potong lah ke arah bawahbawahmulai dari bawah libang hidung hingga tengkorak terbuk Potonglah syaraf-syarah yang terlihat putih hingga bagian otak keliatan.

Angkat bagian otak dengan hati-hati hingga akan terlihat kelenjar hipofisa, tetapi masih di dalam tulang sellutursica.

Ambil kelenjar hipodisa dengan pinset kemudian letakan di atas kertas saring.
Masukan kelenjar hipofisa kedalam gelas penggeruspenggerus, lalu gerus scara hati-hati.

Tambhakan larutan faal atau aquabides stetes demi setetes sambil kelenjar hipfisa di gerus hingga volume 2ml, Kemudian pindahka larutan kedalam tabung reaksi untuk di setrifuge selama 5 menit. lalu diamkan selama 15 menit.

Larutan namoak menjadi 2 bagian, bagian atas terlihat jernih dan bagian bawah terlihat keruh.

Ambil larutan yang jernih pada bagian atas menggunakan jarum suntik, usahakan tidak ada udara pada tabung suntik.

Larutan tersebit siap untuk di suntikan kepada ikan reresipien (indukan), kemudian cabut kembali jarum suntik secara perlahan-lahan untuk mencegah kelenjar hipofisa keluar.

Setelah penyuntikan masukan induk ke dalam wadah pemijahan dengan hati-hati untuk mencegah stress pada induk.

3. Perangsang Menggunakan Ovaprim

Ovaprime merupakan jenis hormon umum yang biasa di gunakan dalam pembenihan dan penyuntikan, Ovaprime banyak di gunakan oleh pengusaha benih ikan lele karena lebih praktis dan cukup banyak tersedia di pasaran.

Tujuan penyunrikan menggunakan ovaprim adalh untuk merangsang indukan lele. Kelebihan dari penyuntikan dengan menggunakan ovaprim. adalah kita dapat mengetahui kapan prses pemijahan akan berlangsung.

Dosis yang penggunaan ovaprime cukup 0,2 – 0,3 ml/kg bobot indukan lele. Biasanya proses penyuntikan di lakukan pada sore hari atai malam hari.

Untuk mengurangin terjadinya stress terhadap ikan akibat penyunrikan atau fluktuasi suhu. Penggunaan hormon ini biasanya di pakai sistem budidaya semi intensif dan sistem budidaya intensif.

4. Menyuntik Induk Ikan Lele

Sebelum melakukan penyuntikan, Indukan lele terlebih dahulu di puasakan dalam pemberian pakan, istilah ini di kenal dengan istilah pemberokan.
Pemberokan ini bertujuan untuk membuang kotoran dan mengurangi kandungan lemak dalam gonadgonad. Pemberokan sebaiknya di lakukan selama 1 hari.

Setelah pemberokan di lakukanlakukan, kematangan induk harus di periksa kembali untuk memastikan bahwa induk bebenar-benar memiliki telur sebelum di pijahkan.

Berikut langkah-langkah penyuntikan ikan lele :

– Pilihlah indukan jantan dan betina dengan kriteria sehat, gemuk, mengkilat dan gesit.

-Spuit yang telah berisi ekstrak kelenjar hipofisa ataupun ovaprim di suntikan ke induk betina pada otot punggung dengan kemiringan 45°. dengan kedalaman kira-kira 1mc mengarah ke kepala.

– Lepaskan induk betina yang telah di suntik scara hati-hati kedalam wadah pemijahan. Setelah itu lepaskan induk jantannya.

– Tutup wadah pemijahanpemijahanya dan pastikan induk ikan tidak dapat mejangkau lompat keluar. Lalu biarkan indukan melakukan perkawinan.

– Penyuntikan sebaiknya di lakukan pada sore atau malam hari.

– Pada esoknya, di pagi hari indukan sudah mengeluarkan telur. Jika telur-telur ikan terlihat, pindahkan beberapa kakaban kolam penetasan yang telah di persiapkan.

Pemeliharaan Larva Bibit Ikan Lele
Dari proses pemijahan akan dihasilkan larva ikan yang harus dibesarkan dalam tahap pembenihan ikan lele selanjutnya. Pisahkan larva dari induknya.

Kualitas air kolam untuk pemeliharaan larva harus terjaga. Usahakan ada aerasi dengan aerotor untuk menyuplai oksigen.

Suhu kolam harus dipertahankan pada kisaran 28-29oC. Pada suhu dibawah 25oC, biasanya akan terbentuk bintik putih pada larva yang menyebabkan kematian massal.

Perawatan Larva Benih Ikan Lele

Setelah telur menetas, angkat kakaban dan buanglah kotoran-kotoran bekas penetasan dengan cara di siphon.

Ketika baru menetas, larva mempunyai cadangan makanan uang ada di dalam kantung kuning telurnya.

Sehingga tidak perlu di berikan makanan lagi, hingga larva telah berumur 3 hari.

Setelah makanan habis di serap, selanjutnya perlu memberi pakan mandiri dengan pemberian pakan alami berupa Zooplankton yang mudah di cerna seperti artemia dan rotifer.

Tetapi bila jenis-jenis makanan tersebut belum tersedia, maka bisa di beri pakan berupa emulsi kuning telur.

Menggunakan kuning telur dari telur yang sudah di rebus dan di larutkan ke dalam air bersih dan di saring.

Perbandinganya adalah satu buah kuning telur di larutkan ke dalam satu liter air.

Larutan kuning telur tersebut bisa di berikan untuk makan larva yang bejumlah kira-kira 75.000 – 100.000 larva.

Pemberian pakan di lakukan 4-5 kali sehari. Setelah benih berumur 2 minggu, maka pakan harus di ganti demgan oakan yang berukuran lebih besar. Seperti moina, dapnia, dan tubifex.

Pada usia ini bibi ikan bisa di berikan pakan komersil berupa pelet yang berukura halus. Frekuensi serta jumlah pakan yang telah di berikan perlu di atur dan di sesuaikan dengan kondisi benih.

Dalam masa perawatan harap perhatikan sistem sirkulasi air agat tidak terlalu deras dan juga terlalu lemah. Dan kestabilan suhu sebaiknya di pertahankan pada kisaran 28 – 30°.

Pendederan Dalam Pembenihan Ikan Lele

Sebelum melakukan pendederan benih ikan lele, siapkan wadah untuk melakukan pemdederan. Stelah berumur 2 minggu, maka benih perlu di sortir.

Untuk memisahkan antara benih yang berukuran lebih besar dan benih yang berukuran lebih kecil.

Penyortiran sebaaiknya di lakukan pada sore atau pagi hari, Dan di lakukan sangat hati-hati agar tidak stress.

Pada pendederan tahap ke2, yakni setelah berumur 2 minggu. Benih biasanya berukuran 2- 3 cm.

Padat tebarnya bisa mencapai 50 ekor/m², Di lanjutkan dengan pendederan tahap ke 3, di mana ukuran benih telah mencapai 8cm.

Dengan pemeliharaan selama 1 bulan maka seharusnya panjang ikan sudah mencapai ukuran 12 cm dengan berat 40 – 50 gram/ekor.

Benih pada ukuran ini dapat di oelihara dengan padat tebar 15 – 20 ekor/m².

Lakukan pemindahan benih ke setiap wadah pendederan dengan metode aklimatisasi (adaptasi).

Wadah yang sudah terisi benih di miringkan agar air dan benih ikan di dalamnya keluar dengan pelan-pelan.

Bertujuan untuk penyesuaian terhadap iklim baru oleh benih ikan lele. Hal ini sebaiknya di lakukan pada sore hari ataupun pagi hari agar suhu tidak terasa panas dan fluktuasi masih rendah.

Baca Juga : Beginilah Cara Ikan Lele Berkembang Biak

Tahap Panen Benih Ikan Lele

Setelah benih berumur 8 – 10 minggu, Benih sudah siap untuk di panen dan selanjutnya untuknmelakukan oembesaran ataunAnda juga bisa menjual benih tersebut kepada pelaku usaha penjual ikan lele siap konsumsi.

Panen benih ikan lele sebaiknya di lakukan pagi atau sore hari dengan cara mengeringkan kola sampai dengan kedalaman kolam 20 / 10 cm.

Bertujuan untuk mempermudah melakukan tahaap panen benih menggunakan serok jaring ikan yang berukuran tipe halus.

Dalam melakukan oengeringan kolam harap di perhatikan pada saluran pembuangan, untuk mencgah keluarnya benih atau keluar dan yerbuang mengikuti arus air.

Atau mungkin Anda bisa meletakan penyaring pada pipa pembuangan.
Dan pindahkan benih ikan lele ke kolam pembesaran yang audah di sediakan.

Pada saat melakukan panen lakukan penghitungan untuk mengetahui mortalitas.

Serta mengevaluasi tingkat pertumbuhan benih sehingga dapat di lakukna perbaikan pada pendederan berikutnya.

Penutup

Hal terakhir namun penting dalam pembenihan ikan lele, adalah menyiapkan pembeli bagi benih yang sudah siap panen.
Karena apabila waktu panen terlambat karena benih belum ada pembelinya, peternak harus menanggung biaya pemeliharaan ekstra.

Pada ujungnya, semakin lama panen tertunda akan semakin tipis marjin yang akan diterima peternak.

Silahkan tinggalkan komentar terkait ulasan-ulasan yang menyangkut teknik pembenihan dan pemijahan ikan lele di atas.

Jika anda membutuhkan benih atau bibit ikan lele silahkan hubungi kami (contact) melalui Whatsapp.

Jangan lupa bagikan ke teman-teman mu agar lebih bermanfaat kepada khlayak banyak 🙂