cara menanam kacang tanah
Cara Menanam

Cara Menanam Kacang Tanah Panduan Lengkap

cara menanam kacang tanah

Cara Menanam Kacang Tanah ~ Tanaman Kacang tanah merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah yang memiliki curah hujang sedang.

Tanaman ini pada umumnya hanya dapat tumbuh di dataran 0 hingga 600 meter dari permukaan laut (mdpl).

Namun beberapa varietas kacang tanah ada yang dapat beradaptasi di daerah yang memiliki ketinggian 1500 mdpl.

Dan juga biasanya para petani menanam kacang tanah setelah pasca panen dari beberapa tanaman sawah lainya seperti padi, jagung dan kedelai.

Kacang tanah cukup baik untuk di tanam sebagai tanaman sela/atau sampingan, yang biasa di sebut dengan “Tumpang Sari”.

Cara Menanam Kacang Tanah

Berikut langkh-langkahnya, meliputi tahap-tahap sebagai berikut :

  1. Pemilihan benih yang berkualitas
  2. Persiapan Lahan
  3. Penanaman Kacang Tanah
  4. Perawatan
  5. Pengendalian Hama Dan Penyakit
  6. Proses Panen Dan Pasca Panen

Pemilihan Benih

Pemilihan varietas benih kacang tanah sebaiknya di sesuaikan dengan lingkungan setempat dan permintaan pasar (calon pembeli).  Sebagai contoh, untuk industri kacang garing sebaiknya di gunakan benih varietas berbiji dua perpolong dengan bentuk biji dan polong yang bagus, seperti varietas jerapah, kancil, dan tuban.

Varietas kacang tanah yang di pilih juga harus memiliki komersil yang tinggi.

Benih yang memiliki kualitas tinggi di tunjukan dengan ciri-ciri berdaya kecambah di atas 80%, mempunyai vigor yang baik, dan masih murni, identitas asal usul varietas yang jelas, memiliki daya adaptasi terhadap agroklimat setempat, dan sehat serta benih kacang yang belum kadaluarsa.

Benih yang bermutu akan menghasilkan tanaman yang sehat dengan prakaran yang banyak sehingga pertumbuhanya lebih cepat dan merata, Serta jumlang polong lebih banyak.

Kebutuhan benih kacang tanah juga di pengaruhi oleh faktor jarak tanam, jumkah benih perlubang, serta berat benih dan daya kecambah benih.

Umumnya jumlah benih yang di perlukan sekitar 80Kg biji/ha. Perkiraan kebutuhan benih dapat meliputi sebagai berikut :

Y= AxBxC : 1000xPxQ

Keterangan :

Y = kebutuhan benih

A = jumlah benih/lubang

B = bobot benih per-1000 biji (Kg)

C = luas area yang akan di tanam

P = jarak antar barisan (m)

Q = jarak dalam barisan (m)

Pengolahan Tanah

Dalam budidaya kacang tanah tentunya kita perlu lahan untuk di tanam, dalam pembukaan lahan di lakukan dengan cara membersihkan lahan dari segala macam gulma (tanaman peganggu, contoh seperti rerumputan).

Pembersihan lahan bertujuan untuk memudahkan perakaran kacang tanah untuk tumbuh dan mengurangi resiko plersaingan tanaman yang dapat membuat tanaman budidaya kurus.

Selain itu pembersihan juga dapat mengurangi resiko tanaman kacang tanah terserang hama dan penyakit.

Setelah pembukaan lahan, di lanjutkan dengan pengolahan tanah. Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah agar pertumbuhan akar dan penyerapan zat hara oleh tanaman dapat berlangsung dengan baik.

Pengolahan tanah dapat di bagi menjadi 3, yaitu Tanpa Olah Tanah (TOT), Pengolahan Tanah Minimal (Minimun Tillage) , dan Pengolahan Tanah Maksimal (Maksimum Tillage).

Tanah berstruktur gembur tidak perlu di olah atau cukup dengan pengolahan minimal (Minimum Tillage), yaitu hanya sepanjang barisan/alur yang akan di tanami.

Cara ini dapat menghemat biaya pengolahan tanah dan memperpendek waktu tanam.

Tanah yang berstruktur padat perlu pengolahan maksimal (Maksimum Tillage),  yaitu di bajak 2 kali sedalam 20-30 cm, di garu dan di ratakan, selanjutnya di bersihkan dari sisa tanaman gulma.

Pembajakan tanah dapat di lakukan dengan menggunakan hewan ternak, seperti kerbau dan sapi atau mesin traktor. Pecangkulan tanah di lakukan pada sisi-sisi yang sulit di jangkau oleh alat bajak.

Setelah di bajak, tanah di biarkan selama satu minggu, agar bongkahan-bongkahan tanah hasil pembajakan cukup terkena angin dana cahaya matahari.

Cara ini juga penting untuk proses oksidasi zat-zat beracun dalam tanah, seperti asam sulfida yang sangat membahayakan kehidupan tanaman kacang tanah.

Selanjutnya tanah di gemburkan dengan cara di cangkuli tipis-tipis sehingga di poeroleh struktur tanah yang gembur dan bagus untuk perakaran tanaman.

Pada lahan yang di perkirakan akan kelebihan air, perlu di buatkan saluran drainase atau saluran irigrasi. Fungsinya untuk memebuang kelebihan air agar tanah yang akan di tanami tidak tergenang.

Jarak Tanam

Jarak antar saluran di sesuaikan dengan kondisi lahan, umumnya 3-4 meter dengan lebar dan kedalaman ±30cm. Jika tanahnya padat, jarak antar saluran di buat setiap 2 meter.

Saat pengolahan tanah perlu juga di lakukan pengpuran khusus, yaitu kapur pertanian, seperti dolomit, kalsit, atau zeolit.

Pengapuran selain dapat menaikan pH tanah juga dapat memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas mikroganisme tanah dalam membantu proses penguraipenguraian bahan organik tanah, dan menurunkan zat yang bersifat racun tanpa menghilangkan zat-zat penting yang lain.

Dosis pengapuran harus memperhatikan nilai pH tanah setempat. Untuk mengetahui keasaman tanah dapat di ukur dengan kertas lakmus atau pH tester.

Tahap Menanam

Waktu tanam kacang tanah di lahan tegalan (kering) yang paling baik pada awal musim hujan (Oktober-November), Sedangkan di lahan sawah april – juni (Palawija I) atau Juli – September (Palawija II).

Jika penanaman di lakukan di lahan bukaan, terlebih dahulu di lakukan inokulasi Rhizobium, yaitu benih di campur inokulan jamur Rihizobium dengan dosis 4gram/Kg. Kemudian langsung di tanam paling lambat 6 jam setelah inokulasi.

Penanaman kacang di mulai dengan pembuatan lubang tanam menggunakan alat tugal. Kedalaman lubang sekitar 2 – 4 cm, selanjutnya benih di masukan kedalam lubang tanam kemudian di tutup dengan tanah tipis-tipis.

Benih sebaiknya di tanam mengikuti alur bajak, yaitu 1-2 biji per lubang. Jika tanahnya subur, benihbkacanh tanah di tanam dalam larikan dengan jarakntanam 40×15 cm atau 30×20 cm.

Sedangkah di tanah yang kurang subur dapat di tanam lebih rapat, yaitu 40×10 cm atau 20×20 cm. Populasi atau jumlah tanaman kacang tanah perhektar antara 160.000-250.000.tanaman.

Penanaman secara teratur dengan tugal dan mengikuti alur bajak benih akan menghemat 30%, serta memudahkan penyiangan rumput dan pembubunan.

Perawatan Budidaya Kacang Tanah

Pemeliharaan tanaman kacang tanah di lakukan dengan penyulaman, penyiangan dan pembubunan, serta pemupukan.

kacang tanah

Penyulaman

Penyulaman di lakukan jika ada benih kacang tanah yang tidak tumbuh, tumbuh tidak normal atau mati dan di ganti dengan benih barunyang sehat.Tujuan penyulaman untuk mempertahankan populasi tanaman.

Waktu penyulaman di lakukan  secepat mungkin, bahkan lebih cepat lebih baik agar pertumbuhan dapat seragam. Penyulam umumnya di lakukan pada saat tanaman berumur 3-7 hari setelah tanam.

Penyulaman di lakukan dengan membuat lubang tanam baru pada bekas lubang tanam untukenggantikan benih yang sebelumnya mati.

Dan ganti dengan benih kacang tanah yang baru untuk menggantikan tanaman yang seblumnya cacat atau mati.

Pengendalian Gulma

Penyiangan merupakan kegitan membersihkan tanaman gulma atau rumput liar yang dapat meganggu pertumbuhan pada kacang tanah.

Dan juga untuk menghindarkan penyerangan dari serangan hama dan penyakit pada tanaman kacang tanah. Penyiangan dalam budidaya kacang tanah umumnya di lakukan 2 kali.

Penyiangan pertama di lakukan pada saat tanaman berumur 15-20 hari setelah tanam, dan penyiangan kedua di lakukan pada umur 40-45 hari setelah tanam.

Penyiangan pertama sebaiknya di lakukan sebelum tanaman berbunga. Hindari melakukan penyiangan pada priode masuknya Ginofor ke tanah (umur 30-35 hari).

Bersamaan dengan penyiangan kedua perlu di lakukan pembubunan, yaitu tanah di gemburkan, kemudian di timbun atau di tumpuk sekeliling pangkal pada tanaman kacang tanah atau membentuk gundukan sepanjang barisan tanaman kacang tanah.

Pembubunan bertujuan untuk memudahkan bakal buah untuk menebus permukaan tanah sehingga pertumbuhan kacang yanah dapat lebih optimal.

Pengairan

Periode kritis tanaman kacang tanah terhadap air terjadi pada saat fase berkecambah fase berbunga (umur 25-30 hari), masuknya ginofor ke tanah (umur 35-40 hari), pengisian polong (umur 50-65 hari), dan menjelang panen.

Pengairan perlu di berikan jika tanaman menunjukan gejala kekurangan air, di tandai dengan dau yang mulai layu.menggenang

Waktu pengairan yang baik pada pagi atau sore hari dengan cara di leb hingga tanah cukup basah. Tanaman kacang tanah tidak menyukai air yang menggenang.

Pemupukan

Pemberian pupuk pada tanaman kacang tanah sebaiknya di sesuaikan dengan kebutuhan, tidak kekurangan atau tidak berlebihan.

Kebutuhan pupuk atau unsur hara ini dapat di ketahui dengan menganalisis kandungan unsur hara tanah atau mengamati gejala kekurangan unsur hara pada tanaman.

Berikut salah satu satu alternatif pengaturan pemberian pupu pada kacang tanahtanah, sesuai kondisi dengan tanahnya :

 

Pemupukan di lakukan dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sisi kiri atau kanan pada tanaman kacang tanah, Dengan jarak 5 cm, atau di larik di sebelah barisan tanaman.

Atau di sebar merata sesudah tanaman pada saat saat tanah masih lembab. Kacang tanah yang di tanam di bekas sawah tanaman padi, umumnya tidak memerlukan banyak pupuk.

Baca Juga : Prospek Budidaya Kacang Tanah

Pengendalian Hama Dan Penyakit Kacang Tanah

Hama dan segala jenis penyakit adalah suatu kendala bagi para petani budidaya kacang tanah, hal ini dapat menyebabkan gagal panen atau berkurangnya hasil panen dari hasil yang seharusnya.

Kebanyakan dari para petani tidak cukup mengerti dalam penanganan/pengendalian akan hal ini. Ada beberapa jenis hama dan penyakit yang umum terjadi di kalangan petani-petani produksi kacang tanah.

Silahkan Baca : Hama Dan Penyakit Kacang Tanah

Berikut hama dan penyakit pada kacang tanah :

Hama Pada Kacang Tanah, Ulat tanah (Agrotis sp.), Ulat penggorok daun, Biloba (Stomopteryx subseci vella), Ulat grayak (Spodop terra sp.), Pengisap daun (Empoasca sp.), dan kumbang daun.

Penyakit Kacang Tanah, Layu bakteri, Penyakit karat, Penyakit bercak daun, Penyakit busuk batang, Penyakit virus mozaik, Penyakit gapong, Penyakit sapu.

Tahap Panen Dan Pasca Panen

Penanganan pasca panen kacang tanah meliputi panen yang dapat di lakukan pada tingkat kadar air masih tinggi (28-34%). Atau ketika kadar air pada tanaman kacang tanah sudah cukup rendah (20-24%).

Proses Panen

Pemanenan dalam budidaya kacang tanah secara tepat sangat menentukan kualitas bijinya. Umur siap panen dalam budidaya kacang tanah tergantung jenis varietasnya.

Pada umumnya kacang tanah yang siap panen umur 85 – 110 hari setelah tanam. Akan tetapi ketentuan umur ini bersifat pasti karena kelayakan panen tidak di tentukan oleh umur tanaman kacang tanah.

Penentuan waktu panen hanya berdasarkan umur panen tanaman sering kurang tepat karena banyak faktor lingkungan yang mempengaruhi nya.

Antara lain keadaan iklim setempat dan kesuburan tanah. Penentuan waktu panen kacang tanah dapat jugadi lihat kondisi tanaman dan polong dengan ciri-ciri sebagi berikut :

  1. Sebagian besar (80%) polong telah tua atau masak.
  2. Kulit polong cukup keras dan berserat.
  3. Bagian dalam kulit polong berwarna cokelat kehitaman.
  4. Rongga polong telah berisi penuh dengan biji.
  5. Ujung polong mudah pecah jika di tekan.
  6. Sebagian besar daun tanaman menguning.

Pemanenan kacang tanah sebaiknya di lakukanjika tanaman atau kacang memiliki ciri-ciri tersebut. Dengan demikian hasil panen bisa maksimal. Nilai jual kacang yang di peroleh oleh petani lebih besar. Sebaliknya jika pemanenan dalam budidaya kacang tanah tanpa memperhatikanwaktu dan kondisi kacang tanah, hasil panen dan harga jualnya pun menjadi tidak maksimal.

Kadang ada pettani yang menentukan waktu pemanenan dengan melihat daun kacang tanah. Cara ini kurang tepat, daun yang telah mengering dan rontok bukan petanda tanaman kacang tanah siap untuk di panen.

Panen di lakukan dengan mencabut batang tanaman secara hati-hati, agar polong nya tidak tertinggal dalam tanah. Sebaiknya menjelang melakukan tahap panen tanaman di aliri air terlebih dahulu untuk memudahkan pencabutan tanaman. Selanjutnya di lakukan pemetikan atau perontokan polong kacang tanah dari batang nya. Perontokan polong dapat di lakukan scara manual atau secara tresher.

Pasca Panen

Penangana pasca panen juga harus di lakukan denga baik agar kacang tanah tetap berkualitas dan tidak cepat rusak. Penanganan pasca panen dapat di lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

Penggolongan Dan Penyortiran

Polong kacang tanah yang telah di lepas atau di petikdari batang tanaman di kumpulkan dan di bersihkan. Seleksi polong dapat di lakukan dengan memisahkananatara polong tua dan polong muda. Sortir polong yang rusak dan busuk untuk di buang.

Pengeringan

Polong kacang tanah sebaiknya segera di jemur, Tidak perlu di tunda hingga 24 jam karena polong dan biji kacang tanah bisa terinfeksi jamur. Jika cuaca tidak memungkinkan, Lebih baik di jemur dalam kondisi polong belum di rontokkan.

Pengeringan di lakukan terus menerus hingga kadar air kacang tanah maksimal 10%, ciri-ciri nya polong sangat ringan dan berbunyi jika di goyang-goyangkan. Untuk keperluan benih, penurunan kadar air sebaiknya tidak di lakukan secara cepat dan hindari penjemuran pada suhu tinggi.

Penyimpanan

Ppolong sebelum di simpan harus benar-benar bersih dan kering, kadar maksimal 10%. Polong kemudian di simpan di dalam wadah yang kedap udara, misalnya plastik dan di tutup rapat. Penyimpanan dapat juga di lakukan dalam bentuk biji kering. Caranya kupas polong kacang tanah dengan tangan atau alat pengupas.

Selanjutnya biji kacang tanah di jemur hingga kadar air 9%, kemudia masukkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara. Wadah biji kacang tanah pada saat penyimpanan tidak boleh langsung menyentuh lantai, tetapi harus di beri alas berupa papan kayu. Gudang tempat penyimpanan juga harus dalam keadaan kering dengan sirkulasi udara lancar dan kelembapan yang rendah untuk mencegah timbulnya jamur.

Lantai gudang di semprot terlebih dahulu dengan pestisida atau desinfektan agar biji kacang tanah terhindar dari serangan hama. Selanjutnya anda bisa melakukan penjualan , Dan selamat mencoba.

Kesimpulan

Hal-hal di atas merupakan tahap demi tahap yang perlukan di perhatikan dalam melakukan budidaya atau menanam kacang tanah dengan baik dan benar.

Kacang tanah sendiri merupakan divisi tanaman jenis Tracheophyta.

Silah kunjungi artikel lainya tentang budidaya tanaman lengkap di jawatani.

“Selamat Mencoba”