Cara Menanam Cabe Rawit

Cara Menanam Cabe – Mengingat besarnya permintaan pasar, Peluang usaha budidaya cabe merupakan peluang yang masih besar bagi masyarakat.

Kebutuhan cabai itu sendiri masih belum bisa terpenuhi dari tahun ke tahun, di karenakan banyak nya petani-petani yang mengalami gagal panen.

Banyak petani-petani yang mengeluh akan kendala – kendala yang di hadapi dalam budidaya cabai.

Di antara lain penyabab nya ialah kurangnya pengetahuan dari beberapa petani dalam menghadapi kendala-kendala seperti, Hama dan penyakit, analisa kebutuhan pupuk yang tidak seimbang.

Sebab akibat kekeringan yang berkepanjangan, minimnya pengetahuan, dan produksi cabe di indonesia sendiri masih di hasil kan dari petani-petani yang berskala kecil.

Pada artikel cara menanam cabe ini akan membahas sebagai berikut:

Langkah Cara Menanam Cabe :

  1. Menentukan jenis atau varietas cabai.
  2. Mengetahu syarat Dan Faktor Tumbuh cabe rawit.
  3. Pembenihan cabe sebelum di tanam ke lahan.
  4. Melakukan pengolahan tanah di bajak atau di cangkul.
  5. Proses tanam atau pemindahan.
  6. Perawatan tanaman cabe.
  7. Pengendalian hama, patogen, dan gulma.
  8. Pemanenan.

Menentukan Jenis Cabe

Ada banyak sekali jenis-jenis cabe dapat di budidayakan, Namun jenis atau varietas cabe yang di kenal oleh kebanyakan petani adalah cabe besar dan cabe rawit kecil.

Pada umumnya cabe yang umum di budidayakan secara internasional adalah spesies Capsicum annum L.

Untuk menentukan jenis yang mana untuk di tanam dapat di ketahui dengan kondisi dan cuaca di daerah masing-masing.

Atau memperhatikan pertanian cabe di skitar daerah.


Syarat Dan Faktor Tumbuh Cabe

Cabe dapat tumbuh di dataran 0 mdpl hingga ketinggian 1800 mdpl (Meter Dari Permukaan Laut). Dengan suhu yang optimal di antara 24C° hingga 28C°.

Namun ada juga beberapa jenis cabe yang dapat tumbuh atau membutuhkan dataran yang tinggi lebih dari 1800 mdpl, membutuhkan suhu udara yang dingin.

Salah satu contohnya ialah cabai paprika jika di tanam di dataran rendah akan menghasilkan cabai yang berkualitas rendah.

Menanam cabe dapat di lakukan pada saat musim kemarau atau tidak pada curah hujan yang terlalu tinggi yang dapat menyebabkan tanaman cabe dapat membusuk karena terendam air.

Curah hujan untuk budidaya cabe yang optimal adalah 800 hingga 2000 mm pertahun dengam kelembapan yang tinggi hingga 80%.

Dan juga cabe dapat tumbuh dengan baik di kawasan hembusan angin yang rendah, sebab hembusan angin yamg kencang dapat menyebabkan bunga rontok, dan batang cabe patah.

Keasaman tanah yang optimal untuk cabe kisaran 5.0 – 7.0 (ph).


Pembenihan Cabe

cara menyemai benih cabe

Cara Menyemai bibit Cabai

Pembenihan di mulai dengan menyiapkan benih yang bisa di beli atau membuat sendiri benih cabe dari induk atau cabe-cabe yang sudah matang dengan ciri ciri buah cabe yang berwarna merah.

Sebaiknya benih yang di gunakan merupakan benih unggulan atau mendapatkanya dari buah cabe yang di hasilkan dari tanaman cabe yang terjamin kualitasnya.

Benih cabe yang di hasilkan dari beberapa pohon cabe pilihan.

Dengan ciri ciri sebagai berikut :

  • memiliki buah yang lebat
  • sudah cukup umur
  • tidak terdapat nya penyakit
  • dan terlihat sangat subur

Untuk cara melakukan pembenihan atau penyamaian benih cabe silahkan baca artikel berikut :

Cara Produksi Benih Cabe Hibrida

Benih bisa di dapatkan dari petani-petani cabe yang cukup berpengalaman atau bisa di beli di toko pertanian.

Bila mempunyai modal yang cukup benih cabe hibrida (unggulan) sebaiknya di beli dari beberapa industri benih cabe yang terjamin dengan pengolahan nya.

Benih hibrida juga sudah banyak yang di jual secara online di internet.


Pengolahan Tanah Tanaman Cabe

Pengolahan tanah meliputi pembajakan/pencangkulan sedalam 30cm – 40cm di area lahan yang akan di tanam.

Bertujuan untuk menggemburkan tanah yang di tata membentuk bedengan.

Sebaiknya sifat tanah yang akan di gunakan sebagai lahan adalah tanah yang gembur, dan subur.

Jikalau area lahan yang di gunakan merupakan bekas kebun atau tanaman yang sudah di olah sebelumnya, sebaiknya lakukan pemupukan dasar terlebih dahulu.

Keasaman tanah untuk di tanam cabe yang optimal 6-7 (ph), lebih dari itu tanaman cabe mungkin tidak tumbuh dengan baik.

UKURAN BEDENGAN

Ukuran bedengan di sesuaikan dengan perencanaan berapa jarak tanam yang akan di gunakan.

Untuk jarak tanam cabe minimum dalam budidaya cabe setidaknya tidak kurang dari 35cm x 40cm hal ini agar tanaman tidak terlalu berdempetan di mana dapat membuat setiap pohon cabe kurang subur akibat jarak tanam cabe yang tidak ideal.

Berarti lebar bedengan yang di butuhkan kira-kira 50/60 cm atau lebih sesuai kebutuhan, Dan jarak antar bedengan sebaiknya 50cm, dan panjang di sesuaikan dengan luas lahan.

Ukuran bedengan/gulutan di atas merupakan ukuran yang optimal untuk menanam cabe, agar dapat tumbuh dengan baik.

PENUTUP PLASTIK MULSA

Plastik mulsa adalah plastik penutup bedengan yang memiliki beberapa manfaat.

Salah satunya mencegah gulma/rumput tumbuh di skitar bedengan yang dapat meganggu pertumbuhan cabe.

Plastik ini biasanya tersedia di toko-toko pertanian, memilik warna hitam perak.

Jika tidak memiliki cukup modal, sebaiknya jangan di paksakan untuk menggunakan plastik mulsa.

Tumbuhnya gulma/rumput bisa di lakukan secara manual, di cabut ataupun di arit secara hati-hati agar tidak mengenai batang cabe.

PEMUPUKAN DASAR

Pemupukan dasar di lakukan agar tanah yang sekiranya kurang subur dan tidak cukup memiliki unsur hara yang nantinya di butuhkan untuk pertumbuhan cabe pada fase awal.

Ataupun tanah bekas yang di gunakan tanaman yang telah melewati pasca panenpanen, pemupukan dasar sebaiknya di lakukan.

Pupuk dasar yang dapat di gunakan misalnya seperti pupuk kandang kotoran sapi, kambing atau kitoran ayam.


Proses Tanam Bibit Cabe

Tahap ini adalah di mana di lakukanya pemindahan bibit cabe yang sebelumnya di semai, dan di pindahkan untuk di tanam ke bedengan yang sudah si buat.

Bibit cabe yang siap tanam, setidaknya berumur 3 minggu yang di tandai dengan sudah memilki 3-4 helai daun.

Dan memiliki batang yang cukup kuat, terlihat subur, tidak adanya tanda-tanda penyakit pada bibit.

Pemindahan bibit cabe sebaiknya di lakukan pada waktu sore menjelang malam, ataupun pada malam hari.

Untuk menghindari terik sinar matahari yang dapat membuat bibit yang baru di tanam menjadi layu dan mati.

Dan setiap batang cabe di beri tiang atau ajir sebagai penyangga batang.


Perawatan Tanaman Cabe

Perawatan merupakan bagian proses peliharaan cabai setelah di tanam, meliputi penyiraman, pemupukan, dan perempelan.

PENYIRAMAN

Penyiraman di lakukan satu kali dalam satu hari, dengan gayung, gembor, atau selang yang sudah tersambung dengan pompa.

Penyiraman bisa juga dengan cara menggenangkan air atau memgalirkan air di seluruh jalan bedengan.

Dalam melakukan penyiraman sebaiknya berhati-hati karena dapat menyebabkan batang cabe patah jika umur cabe masih terlalu muda.

PEREMPELAN

Perempelah merupakan tahanp pemotongan tunas baru yang tumbuh oada setiap ketiak daun.

Perempelan di lakukan setiap 2 minggu sekali hingga terbentuknya cabang utama biasanya hal ini di tandai dengan munculnya bunga pada pucuk.

PEMUPUKAN SUSULAN

Pemupukan susulan di lakukan setiap 1 atau 2 minggu setelah tanam.

Dalam perhitungan, biasanya tanaman cabai mencapai 8 kali pemupukan hingga akhir masa panen.

Pupuk yang di gunakan biasanya pupuk organik cair atau pupuk NPK yang di cairkan.

Di lakukan dengan cara memyiramkan pada setiap sekitaran batang bagian di bawah.


Pengendalian Hama Dan Penyakit

Serangan hama dan penyakit adalah salah satu penyebab gagal panen kebanyakan para petani cabe di indonesia.

Oleh sebab itu beberapa hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman cabai perlu di ketahui.

Meliputi ciri-ciri, pengendalian, atau pencegahan.

Bebrapa jenis hama tanaman cabe sebagai berikut :

  • Ulat Grayak
  • Thrips
  • Lalat Buah
  • Kutu Daun
  • Tungau Merah
  • dll

Bebrapa jenis penyakit pada tanaman cabe sebagai berikut :

  • Bercak Daun
  • Busuk Daun
  • Busuk Buah
  • Keriting
  • dll

Untuk mengenal ciri-ciri dan cara pengendalian dari beberapa hama dan penyakit di atas silah baca artikel berikut :

Cara Pengendalian Hama Cabai

Penyakit Cabai Dan Cara Mengatasinya

Tahap Panen Cabe

Tanaman cabai rawit dapat di panen 75-85 hari setelah tanam, panen dapat di lakukan setiap 7 hari sekali, atau menyesuaikan ketika buah sudah terlihat matang.

Panen di lakukan dengan cara memetik buah-buah yang terlihat matang dan besar, atau berwarna merah yang sudah full matang, dan ke oren-orenan.

Masa panen cabe biasanya dapat di lakukan hingga 6 kali panen, setelah beberapa kali panen biasanya buah cabai semakin berukuran kecil dan banyak.

Produksi cabai dengan pertumbuhan yang baik biasanya dapat mencapai 14 hingga 20 ton per hektar.

Namun beberapa varietas memilki produksi yang berbeda, perawatan dan pemeliharaan yang baik juga menentukan hasil panen yang akan di dapat.  “Terima Kasih…

 

Tinggalkan Balasan