Cara Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok Panduan Lengkap (2019)

Untuk menghasilkan ikan lele yang berkualitas dan kuantitas yang baik perlu melakukan tahapan tahapan dengan benar. Berikut saya akan menjelaskan tahapan tahapan budidaya ikan lele sistem bioflok dari mulai awal sampai panen.

gambar kolam bioflok

Pembuatan Kolam Bioflok

Untuk kolam bioflok menggunakan kolam bundar atau yang mendekati bundar. Alasan penggunaan kolam bundar karena kolam bundar tidak memiliki sudut ikan akan berenang berputar mengelilingi kolam tanpa menemukan ujung.

Selain itu distribusi oksigen dari aerator akan meerata.

Kolam dapat di buat menggunakan bahan terpat, fiber ataupun dari bahan semen. tinggi kolam sekitar 110 cm dengan sedangkan diameternya dapat disesuaikan dengan kebutuhan (misal D1, D2, D3, atau D4).

Kusus untuk kolam semen yang baru perlu dilakukan tindakan khusus karena pada kolam baru masih banyak mengandung bahan sisa semen yang dapat meracuni ikan.

Baca Juga : Cara Memilih Bibit Ikan Lele Yang Berkualitas

Persiapan Air Untuk Kolam Bioflok

Setelah kolam jadi isi air dnegan ketinggian 90 sampai 100 cm kemudian dilakukan penjernihan menggunakan kaporit dengan takaran 20 sampai 30 gram/m3. air diaerosi sterus menerus selama 24 jam nonstop selama 3 hari.

Setelah 3 hari efek kaporit akan hilang kemudian masukkan molase tetes tebu atau gula merah cair. hari berikutnya masukkan probiotik kedalam kolam. Hari berikutnya masukkan garam grosok kedalam kolam.

Perlu diingan agar hasil maksimal jangan pernah matikan aerator. setelah itu tuggu dan air akan siap digunakan setelah 7 sampai 10 hari. ciri ciri air hasil fermentasi yang baik, air berwarna agak kecoklat coklatan.

Di dalam kolam terdapat flok atau gumpalan gumpalan kecil yang cukup banyak. flok inilah yang nantinya akan menjadi makanan ikan secara alami.

Pemilihan Bibit Untuk Budidaya Kolam Bioflok

Bibit yang baik diambil dari induk yang berkualitas dan dipelihara dengan baik. Bibit yang baik harus memiliki ukuran yang sama, lincah dan tidak ada luka atau cacat pada tubuhnya.

Usahakan dari induk yang sama agar seragam. Kita dapat menebar benih dari ukuran kecil 34 atau yang sedah besar 78.

Silahkan Baca : Cara Menyortir Yang Benar Dalam Budidaya Ikan Lele

Lakukan penebaran benih perlu dilakukan penyesuaian suha ikan dengan suhu kolam.

Tujuannya agar saat ikan masuk kolam tidak terjadi stres berlebihan. caranya sengan menempatkan bibit pada wadah plastik atau ember kemudian masukkan wadah kedalam kolam.

Tunggu beberapa saat kurang lebih 5 sampai 10 menit agar suhu air di dalam ember sama dengan suhu kolam.

Setelah itu baru masukkan benih kedalam kolam secara perlahan dengan cara memiringkan ember hingga semua bibit masuk kedalam kolam.

Menyiapkan Pakan Fermentasi Untuk Budidaya Ikan Lele Kolam Bioflok

Agar pertumbuhan lele lebih maksimal perlu di berikan pakan yang  berukualitas. Untuk membuat pakan yang berkualitas baik pakan perlu di fermentasi.

Fermentasi jega bermanfaat menyehatkan pencernaan ikan sehingga makanan yang dimakan lele akan maksimal diserap sehingga ikan akam lebih cepat besar dan lebih sehat.

Pembuatan fermentasi dapat dilakukan dengan cara. mencampur probiotik dengan air sebanyak 25% dari berat pakan dengan yang akan difermentasi.

Campur dengan merata kemudian masukkan pakan kedalam wadah dan tutup dengan rapat. pakan akan siap digunakan setelah 48 jam.

Pemberian Pakan Budidaya Ikan Lele Kolam Bioflok

Pencernaan lele dapat mencerna makanan dengan baik membutuhkan waktu kurang lebih 8 sampai 9 jam.

Jadi lele sebaiknya diberi makan sehari cukup 2 kali pada pagi hari dan sore hari. Pakan diberikan dengan takaran 3 sampai 6 persen berat ikan.

Atau dengan tingkar kekenyangan 80%. setiap 1 kali dalam seminggu lele dipuasakan dan penggunaan pakan dapat dikurangi 30% setelah flok didalam kolam sudah banyak.

Penyortiran Budidaya Ikan Lele Kolam Bioflok

Pertumbuhan lele biasanya tidak seragam karena beberapa faktor seperti kalah dalam persaingan perebutan makan atau memang dasar dari ikannya memiliki pertumbuhan yang lambat.

Penyortiran dilakukan setiap 3 minggu sekali dan 2 atau 3 kategori berdasarkan ukuran ikan.

Manfaat penyortiran untuk menghindari kanibalisme karena biasanya lele yang besar akan memakan lele yang lebih kecil. Selain itu agar lele dapat dirawat dengan intensif sehingga pertumbuhannya bisa normal kembali.

Setelah penyortiran masukkan lele pada kolam yang berbeda sesuai dengan ukurannya jadi kita membutuhkan 2 atau 3 kolam.

Panen Hasil Budidaya Kolam Bioflok

Panen merupakan bagian yang ditunggu tunggu para petani. Lele siap panen setelah Usia 2,5 sampai 3 bulan tergantung pertumbuhan ikan.

Sedangkan isi setiap Kilonya sekitar 8 sampai 10 ekor untuk konsumsi. sedangkan 1 sampai 3 ekor untuk pemancingan biasanya membutuhkan pemeliharan yang lebih lama.

Sekian postingan cara budidaya ikan lele sistem bioflok, semoga bisa bermanfaat. Untuk terus mendapatkan update terbaru dari jawatani.com silahkan like fanspage jawatani.com. Terima Kasih

Tinggalkan Balasan