cara budidaya ikan lele di kolam tembok
Budidaya Ikan

Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tembok Peluang Usaha 2020

cara budidaya ikan lele di kolam tembok jawatani.com

Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tembok ~ Dalam membudidayakan ikan lele dapat kita lakukan di berbagai media kolam, salah satunya adalah kolam tembok atau kolam beton.

Tentunya dalam membudidayakan ikan lele di kolam tembok tidak jauh berbeda dengan menggunakan media-media lainya.

Hanya saja mungkin ada sedikit perbedaan dalam hal perwatan dan juga memiliki kelebihan dan kekurangan pada masing-masing media yang kita gunakan.

Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tembok

Hal-hal yang perlu di perhatikan cara budidaya ikan lele di kolam tembok sebagai berikut :

Persiapan Media Kolam Tembok

Di sini media yang akan di gunakan adalah kolam tembok atau kolam yang terbuat dari semen, pada dasarnya ukuran kolam dalam budidaya ikan lele tidak memiliki ukuran khusus.

Untuk ukuran kolam tergantung pada jumlah bibit ikan yang akan di letak kan dalam setiap kolam, Pada umumnya setiap 1000 ekor benih ikan dapat di tampung dalam ukuran kolam tembok 5×2 meter.

Atau setiap per-meter persegi ukuran kolam tembok dapat menampung kurang lebih 100 ekor benih ikan.

Dalam pembuatan kolam tembok, buat lah saluran untuk keluarnya air, agar lebih mudah dalam pergantian air, dan pada dasar kolam di buat miring ke arah di mana lubang pembuangan berada.

Tujuanya agar lebih mudah dalam membersihkan endapan bekas makanan ataupun kotoran-kotoran lainya yang ada pada dasar kolam.

Jika kolam tembok atau semen baru di buat atau sebelumnya belum pernah di gunakan, di anjurkan untuk mengendapkan kolam tembok tersebut terlebih dahulu dalam jangka waktu kurang lebih 7 hari.

Air Yang Di Gunakan Dalam Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tembok

Sebelum melakukan penebaran benih, Endapkan air terlebih dahulu dan lakukan pemupuka kandang. dengan cara endapkan air secara bersamaan pupuk kandang setidaknya kurang lebih 3-7 hari.

Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan plankton-plankton yang natinya sebagai pakan, dan mengurangi stres yang berlebihan setelah melakukan penebaran.

Persiapan Benih Ikan Lele

Pilihlah benih atau bibit ikan yang mempunyai kualitas baik dan terjamin daya tahannya terhadap penyakit, dengan cara memastikan penjual benih di mana anda beli benar-benar terjamin pengalamnya.

Atau bisa kunjungi artikel berikut ciri-ciri benih ikan lele yang baik.

Sebelum melakukan penebaran benih ikan, sebaiknya di lakukan adaptasi/penyesuaian benih terhadap air baru, yang biasa di sebut dengan aklimatisasi.

Jika benih yang di dapat dari daerah atau pun dengan kondisi air yang berbeda, lakukan lah tahap aklimatisasi.

Dengan cara membungkus benih ke dalam kantong plastik besar dengan dan dengan cukup oksigen di dalamnya kemudian di rendam kurang lebih 30 menit.

Dan ketika melakukan penebaran benih ikan, lakukan secara perlahan agar benih ikan tidak mengalami stres yang berlebihan yang dapat menyebabkan kematian.

Pemberian Pakan Dalam Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tembok

Pakan umum yang di gunakan dalam budidaya lele menggunakan pelet buatan yang bisa di beli di toko pertanian ataupun perikanan.

Adapun pakan alami sebagai tambahan bertujuan untuk menghemat biaya. Beberapa pakan alami yang bisa di gunakan sebagai berikut :

  • – Daun ubi yang sudah di olah.
  • – Limbah ikan air laut.
  • – Usus ayam potong
  • – Limbah ayam. dll

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Ikan Lele Tanpa Modal

Untuk pemberian pakan ikan umur ±13 hari ke atas lebih baik menggunakan pelet. Ada banyak macam merk pelet yang bisa di gunakan sebagai pakan.

Seperti : Pf 1000, 800, 590, dan 781. dll

Dalam perhitungan pemberian pakan (FCR). Rumusnya sebagai berikutberikut :

Jumlah anakan lele ukuran 3-5 dalam 1 kg adalah sekitar 700-750 ekor.

Jika dalam satu kolam terdapat 5000 ekor, maka untuk menghitungnya adalah  jumlah ikan dalam satu kolam dibagi jumlah ikan per 1 kg ( 5000 dibagi 700 ) yaitu sekitar 7 kg ikan per kolam.

Sesuai rumus penghitung kebutuhan pakan yaitu berat keseluruhan ikan dikalikan 3%, maka dari perhitungan diatas bisa disimpulkan 7kg x 3% = 0,2 kg atau sekitar ¼ kg.

Jadi setiap 5000 anakan lele ukuran 3-5 membutuhkan pakan ¼ kg per hari.

Adapun waktu pemberian pakan dalam satu hari adalah 3 kali yaitu :

  •         Pagi pukul 08.00-09.00
  •         Sore pukul 16.00-17.00
  •         Malam pukul 21.00-22.00

Tahap Penyortiran

Setelah ikan lele berumur 15 hari setelah penebaran, lakukan penyortiran ikan yaitu memisahkan ikan yang memiliki ukuran lebih besar ke kolam yang berbeda.

Atau lakukan penyesuaian ukuran ikan pada setiap kolam agar tidak terjadi kanibalisme, yaitu ikan yang berukuran lebih besar akan memakan ikan-ikan yang berukuran lebih kecil.

Hal ini biasa terjadi, karena pada dasarnya dalam proses budidaya ikan tidak tumbuh besar secara merata.

Gunakan alat sortir ikan yang bisa anda dapatkan di toko – toko pertanian atau bisa buat sendiri dengan baskomndan di lubang seperti gambar berikut :

ember sortir budidaya ikan lele

Pergantian Air Kolam

Pada dasarnya ikan lele lebih menyukai air yang keruh, Namun lebih baik air di ganti dalam jangka waktu 1 bulan sekali atau 3 minggu sekali.

Hal ini bertujuan untuk membersihkan bekas – bekas makanan dan kotoran yang mengendap pada dasar kolam.

Dan juga menghindari datang nya penyakit yang dapat menyebabkan kerugian.

Atau ketika ikan sudah di tandai dengan adanya penyakit bisa segera melakukan pergantian air.

Tahap Panen

Pada umumnya ikan lele dapat di panen setelah kurang lebih 3 bulan setelah penebaran.

Namun hal ini tidak menjadi patokan, karena tergantung kebutuhan konsumen nantinya, dengan harga dan laba yang sesuai tentunya.

Atau pun anda bisa melakukan penimbangan pada setiap 12 ekor/Kg adalah rata-rata kebutuhan konsumsi.

Setelah mencapai berat seperti yang di sebutkan di atas, ikan lele siap untuk di panen.

Semoga Bermanfaat….

Dan jangan lupa ikuti terus kabar terbaru dari Jawatani dengan cara follow Fanspage Jawatani.