panduan teknis cara budidaya kopi berguna untuk memudahkan proses budidaya bagi pemula. Selain itu, juga bisa untuk menghasilkan panen yang berkualitas.

Panduan Teknis Cara Budidaya Kopi, Mudah bagi Pemula

Panduan teknis cara budidaya kopi memang sering dicari oleh banyak bisnis pemula dalam bidang ini. Kopi merupakan komoditas perkebunan yang banyak diminati. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Tanaman tersebut berumur panjang, bisa sampai 20 tahun. Apabila ingin mencoba budidaya tanaman ini, kamu wajib memilih jenis kopi secara teliti. Terdapat beberapa hal penting yang bisa mempengaruhi kualitas hasil budidaya.

Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah jenis tumbuhan, teknik budidaya, penanganan setelah panen dan pemasaran hasil panen. Semua itu harus diperhatikan dengan baik agar usaha budidaya berjalan dengan lancar dan sukses.

Tumbuhan kopi memiliki beragam jenis. Tetapi, hanya ada beberapa jenis yang umum dibudidayakan. Di antaranya adalah arabika, robusta, liberika dan excelsa. Setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Panduan teknis cara budidaya kopi langkah pertama adalah memilih jenis kopi. Pemilihan ini wajib disesuaikan dengan kondisi lahan tanam. Apabila lahan berada di ketinggian lebih dari 800 mdpl, maka jenis yang tepat adalah arabika.

Namun, apabila lahan berada di ketinggian 400-800 mdpl, maka jenis yang tepat adalah robusta. Sedangkan lahan tanam yang berada di dataran rendah bisa memilih jenis liberika atau excelsa.

Panduan Teknis Cara Budidaya Kopi

Usai memilih jenis yang tepat sesuai lahan tanam, kamu membutuhkan bibit unggul. Untuk mendapatkannya kamu dapat menanyakan detail bibit kepada penjual bibit. Pastikan memperoleh bibit kualitas bagus.

Selanjutnya, kamu harus menanam pohon peneduh pada lahan tanam. Pohon peneduh berfungsi mengatur intensitas cahaya matahari yang diterima oleh kopi. Karena tanaman tersebut tidak membutuhkan asupan cahaya matahari secara penuh.

Umunya, pohon peneduh yang dipakai ialah dadap, lamtoro atau sengon. Pohon pelindung juga wajib dirawat. Caranya adalah dengan pemangkasan daun dan penjarangan. Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Baca Juga  Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Kacang Tanah

Bibit tanaman kopi dapat diperbanyak melalui 2 teknik, yaitu generatif dan vegetatif. Teknik generatif dapat diterapkan untuk jenis arabika. Sementara teknik vegetatif dapat digunakan untuk jenis robusta.

Setelah lahan, pohon peneduh dan bibit siap, panduan teknis cara budidaya kopi langkah berikutnya ialah memindahkan bibit. Bibit dari polybag nantinya akan diletakkan pada lubang tanam di lahan kebun.

Setiap bibit disarankan untuk ditanam dalam jarak 2,75 m x 2,75 m untuk jenis robusta. Sementara arabika disarankan untuk berjarak 2,5 m x 2,5 m. Jarak ini disesuaikan kembali dengan ketinggian lahan.

Lubang tanaman yang dibutuhkan adalah 60 x 60 x 60 cm. Lubang tersebut harus disiapkan 3-6 bulan sebelum proses penanaman kopi. Satu bulan sebelum kopi ditanam, masukkan pupuk kompos ke dalamnya.

Setelah itu, bibit siap untuk ditanam pada lubang tanam. Supaya tidak terjadi penguapan berlebihan, pangkas daun pada bibit sampai menyisakan sepertiga bagian. Lalu, keluarkan bibit dari polybag dan masukkan ke lubang tanah.

Beberapa Cara Perawatan Budidaya Kopi

Setelah penanaman, langkah yang harus ditempuh dalam budidaya adalah perawatan. Pertama, perlu dilaksanakan penyulaman. Usai kopi ditanam pada lahan kebun, kamu perlu mengamati pertumbuhan tanaman ini dua kali setiap minggu.

Apabila sudah mencapai 1-6 bulan, kamu perlu mengamati pertumbuhan tanaman setiap bulan. Jika terdapat kopi yang mati, kamu perlu melaksanakan penyulaman. Hal ini cukup dilaksanakan memakai bibit yang sama.

Perawatan berikutnya adalah pemupukan. Kamu dapat memakai pupuk organik atau kimia. Cukup lakukan pemupukan tanaman setiap satu sampai 2 tahun sekali. Pemberian pupuk ini dilaksanakan melalui lubang pupuk.

Perawatan selanjutnya adalah pemangkasan. Pemangkasan pohon mempunyai berbagai tujuan. Diantaranya adalah membentuk kerangka pohon, menyingkirkan cabang yang tidak diperlukan dan untuk meremajakan tanaman.

Baca Juga  5 Jenis Ikan Pari Air Tawar

Kopi adalah tanaman berumur panjang yang cocok dijadikan usaha bisnis. Perawatannya terbilang mudah. Kamu bisa menerapkan panduan teknis cara budidaya kopi di atas untuk bisa mendapatkan hasil panen yang berkualitas.

Check Also

Kartu Tani Dibagikan Keribuan Petani Aceh Tamiang

Aceh Tamyang: Sebanyak 12.566 petani aktif di Aceh Tamyang, Aceh, telah mendapatkan kartu pertanian pupuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *