free hit counter code

Cara Budidaya Jamur Tiram, Mudah Dipraktekkan di Rumah

Jawatani.com – Jamur menjadi primadona pada beberapa tahun terakhir. Banyak orang yang kemudian menerapkan cara budidaya jamur tiram di rumah. Selain untuk konsumsi sehari-hari, sekaligus untuk menambah penghasilan.

Jamur terbagi ke dalam beberapa jenis. Ada yang dijadikan obat, dijadikan bahan pangan, dan  ada juga yang beracun sehingga tidak boleh di makan. Namun untuk jamur tiram termasuk bahan pangan.

Bahan pangan tersebut mempunyai bentuk seperti cangkang tiram dengan tubuh berwarna putih. Jamur ini kaya akan vitamin dan rendah kalori. Ia mempunyai vitamin D dan B12 yang bagus untuk dikonsumsi.

Selain lezat, bahan pangan yang satu ini dapat menyehatkan tubuh. Bahkan, banyak restoran yang menjadikannya sebagai pengganti daging. Makanan tersebut ditujukan untuk orang-orang yang menerapkan pola hidup vegetarian.

Cara Budidaya Jamur Tiram yang Mudah dilakukan

Langkah pertama yang wajib dilakukan dalam membudidayakan tanaman ini adalah dengan menyediakan rak khusus. Rak ini diatur di dalam kumbung. Kumbung berguna sebagai ruang penyimpanan bag log.

Bag log adalah media tanam. Bag log ditata dengan rapi di dalam rak yang berada pada kumbung. Rak tersebut ditata dengan tepat supaya jamur mampu tumbuh subur.

Cara budidaya jamur tiram pada langkah berikutnya ialah menciptakan bag log. Bag log umumnya dibungkus plastik dengan bentuk silinder. Salah satu ujungnya dilubangi. Fungsinya supaya jamur tumbuh melalui lubang tersebut.

Bag log bisa dibuat dengan mudah. Tidak memerlukan peralatan khusus yang mahal harganya. Media tanam ini bisa diciptakan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan peralatan sederhana.

Untuk menciptakan 100 bag log, kamu butuh ampas tebu dan serbuk gergaji sebanyak 10,5 kg. Lalu tepung terigu 0,6 kg, dedak 21 kg, pupuk TSP 1 kg, kapur 3 kg dan air seperlunya.

Baca Juga  Cara Budidaya Porang Mampu Hasilkan Keuntungan Besar

Bahan-bahan di atas kemudian dijadikan satu. Pastikan tidak ada gumpalan. Setelah itu, adonan tersebut diletakkan ke dalam plastik bening. Padatkan adonan di dalam plastik. Beri ruang 15 cm untuk memudahkan saat diikat.

Kemudian, timbang media tanam tersebut. Atur beratnya sebesar 1,2 kg. Setelah itu, ikat ujung plastik memakai karet anti panas. Tutup lagi memakai kapas dan lapisi dengan kertas. Terakhir, ikat lagi memakai karet.

Media tanam ini lalu dikukus dalam waktu 12 jam. Suhu yang perlukan adalah 90-110 derajat celcius. Waktu ini dihitung sesudah air di dalam drum mendidih. Sesudah selesai, angkat bag log.

Cara Menanam Bibit Jamur Tiram dengan Benar

Cara budidaya jamur tiram selanjutnya adalah menanam bibit. Penanaman bibit tanaman ini wajib dilakukan di dalam ruangan tertutup. Pertama, buka karet pada bag log, kapas dan kertas penutup bag log.

Sebelum memasukkan bibit, sendok harus selalu disterilkan memakai api dari lampu spiritus. Fungsinya adalah untuk mencegah kontaminasi. Kamu perlu meletakkan 3 sendok bibit ke dalam setiap media tanam. Lalu tutup lagi bag log.

Sterilkan ruangan memakai alkohol 95%. Setelah menanam bibit, kamu harus menyusun media tanam di rak. Penyusunan ini bisa berbentuk vertikal atau horizontal. Setiap bentuk penyusunan media tanam mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Misalnya apabila horizontal, bag log akan terhindar dari air ketika dilakukan proses penyiraman jamur. Namun, kelemahannya ia membutuhkan lebih banyak ruang. Kamu bisa memilih bentuk penyusunan sesuai dengan kebutuhan.

Sesudah bag log ditata rapi, langkah berikutnya adalah membiarkan jamur tumbuh dengan subur. Setelah tumbuh, buka penutup kapas pada media tanam. Setelah jamur mekar dengan subur, bisa dilakukan pemanenan.

Baca Juga  Inilah Jenis-jenis Cabai Yang Bagus Untuk Dibudidaya di Indonesia

Namun, jangan tertinggal untuk melakukan perawatan tanaman. Jangan sampai muncul hama. Jika jamur tiram tidak dirawat dengan benar, bisa muncul hama seperti ulat dan kepik. Hama tersebut dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Jamur merupakan tanaman dengan waktu panen yang tidak lama. Kurang lebih sekitar 4 bulan. Selain itu, budidaya tanaman ini juga mudah dilakukan. Oleh sebab itu, banyak orang menerapkan cara budidaya jamur tiram.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4521596,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();