free hit counter code

Begini rahasia Agar Tanaman Cepat Berbuah dan Panen

JawaTani.com – Istilah”mempercepat” tanaman berbuah, sebenarnya merupakan salah kaprah yang sudah sangat lazim di masyarakat. Karena sebenarnya Tanaman tidak mungkin dipercepat waktu berbuahnya. Upaya mempercepat tanaman berbuah. sebenarnya hanya dilakukan untuk membuahkan tanaman yang tidak mau berbuah padahal seharusnya sudah bisa menghasilkan buah. Sering kali ditemukan tanaman yang dari segi umur sudah bisa berbuah, tapi karena faktor tertentu menjadi tidak mau menghasilkan buah.

Fase Vegetatif

Jika fase vegetatif pada tanaman masih berlangsung, dipaksa dengan cara apa pun, tanaman tidak akan pernah bisa berbuah misalnya tanaman durian asal biji yang baru berumur lima tahun tidak akan bisa berbuah karena masih dalam fase vegetatif. untuk mengatasinya, biasanya penangkar benih menyambung tanaman asal biji tersebut dengan mata tunas atau pucuk ranting dari tanaman durian yang sudah mencapai umur produktif Dengan menempelkan mata tunas atau pucuk tanaman yang sudah selesai pertumbuhan vegetatifnya dan sudah masuk fase generatif sehingga tanaman bisa dipacu untuk segera berbuah.

Fase pertumbuhan vegetatif pada tanaman durian asal biji akan selesai pada umur tujuh tahun Bahkan di alam aslinya yang banyak naungan, durian baru akan berbuah pada umur di atas delapan tahun. Selain sudah mencapai umur produktif, batang atas juga dipilih dari tanaman yang mempunyai sifat unggul. Dengan demikian dari penyambungan itu dihasilkan bibit tanaman dengan batang bawah yang kokoh, perakaran banyak, dan batang atas dengan buah berkualitas unggul.

Namun, tanaman durian yang berasal dari bibit sambungan tetap tidak bisa dipaksa berbuah pada tahun kedua atau ketiga. Bila ada tanaman durian berbuah dua atau tiga tahun setelah ditanam, sebenarnya bibit tersebut sudah berumur tiga sampai empat tahun di lokasi penangkaran. Tanaman lain yang juga sulit dipaksa berbuah pada tahun kedua atau ketiga meskipun berasal dari benih sambungan, di antaranya duku, manggis, jeruk keprok, dan jeruk besar/ Pamelo.

Baca Juga  Inilah Jenis-jenis Cabai Yang Bagus Untuk Dibudidaya di Indonesia

Berbeda dengan jeruk siam, belimbing, atau jambu biji yang bisa segera berbuah pada tahun kedua bahkan tahun pertama sejak ditanam di lapangan. Namun, dengan syarat tinggi tanaman sudah lebih dari satu meter atau sudah berumur satu tahun di lokasi penangkaran. Jadi sebenarnya tanaman tersebut berbuah pada umur antara dua sampai tiga tahun.

Agroklimat

Faktor lain yang menghambat berbuahnya tanaman adalah faktor agroklimat. Bila apel ditanam di daerah Bogor, sampai kapan pun tidak akan pernah berbuah. Apel menghendaki agroklimat dingin atau di ketinggian di atas 1.000 m dari permukaan laut(dpl) dengan curah hujan di bawah 3.000 mm/ tahun. Sementara, curah hujan di kota Bogor, di atas 4.000 mm/tahun. Sebaliknya, meskipun Australia mampu mengembangkan durian dengan sangat serius, hasilnya tidak akan sebaik durian di Jawa, Sumatera Kalimantan, Malaysia, atau Thailand. Sebab durian menghendaki agroklimat dataran rendah basah. Sementara, Australia dikenal sebagai benua yang sangat kering.

Buah-buahan yang merupakan tanaman keras, sulit untuk mengatasi masalah agroklimat. Berbeda dengan tanaman hias, sayuran, dan buah eksklusif. Misalnya, menanam stroberi di lokasi dengan agroklimat yang tidak cocok seperti Jakarta, masih dimungkinkan dengan bantuan full green house dengan pengatur suhu, kelembapan, dan sinar matahari. Biayanya tentu sangat mahal sehingga pola pertanian demikian tidak layak diusahakan. Kecuali untuk hobi, koleksi, atau keperluan ilmu pengetahuan seperti di Kebun Raya London yang juga mengoleksi tanaman buah tropis, termasuk durian.

Air dan Sinar Matahari

Secara mikro, air dan sinar matahari merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap percepatan atau pelambatan tanaman berbuah. Kelebihan atau kekurangan air dan sinar matahari, akan berpengaruh terhadap percepatan atau perlambatan tanaman berbuah.

Baca Juga  Panduan Teknis Cara Budidaya Kopi, Mudah bagi Pemula

Tanaman yang ternaungi oleh tanaman lain yang lebih besar atau bangunan, hambatan untuk berbuah sangat tinggi. Bila pohon penaung itu ditebang dan bangunan dibongkar atau tanamannya yang dipindahkan, tanaman tersebut akan segera berbuah. Faktor-faktor tersebut tidak bisa direkayasa secara sendiri-sendiri.

Meskipun tanaman mendapat sinar matahari sehari penuh, tapi air tanah sama sekali tidak ada, tanaman justru akan merana. Umur tanaman dan faktor agroklimat yang meliputi suhu, kelembapan, sinar matahari, air, dan unsur hara, harus saling mendukung supaya tanaman tersebut mampu berproduksi.

Contohnya mangga, meskipun ditanam di kawasan kering dan panas, air dan sinar matahari cukup, umurnya juga sudah memungkinkannya untuk berbuah, kalau unsur haranya kurang, tanaman tetap tidak akan mau berbuah.

Di Thailand Utara. meski tanaman lengkeng sudah tercukupi segala kebutuhannya. tapi bila suhu malam hari pada musim dingin masih di atas 15 Derajat c, petani masih akan menyemprot tajuk tanaman dengan air es. Penyemprotan tersebut paling sedikit dilakukan selama satu minggu. Hanya dengan cara ini tanaman lengkeng di sana mau berbuah.

Namun, petani lengkeng di Thailand sekarang sudah menggunakan kalium klorida(KCIO, untuk memacu tanaman lengkeng agar mau berbuah secara rutin Pengertian mempercepat tanaman berbuah juga mempunyai makna mempercepat tanaman berbuah pada suatu musim. Misalnya, tanaman mangga di Pasuruan, Jawa Timur, yang biasanya berbuah pada bulan Oktober, bisa dipercepat hingga bulan Juli.

Mempercepat musim berbuah dilakukan untuk memperoleh harga jual yang lebih baik. Sebab pada bulan Juli, buah mangga di pasaran belum banyak. Harga yang baik juga bisa diperoleh dengan memperlambat waktu berbuah, misalnya masa panennya diundur hingga bulan Februari atau Maret. Upaya mempercepat dan memperlambat waktu berbuah ini, dikenal dengan istilah mengatur musim berbuah. Upaya ini hanya bisa dilakukan pada tanaman yang saat berbuahnya mengenal musim, misalnya mangga, rambutan, durian, jeruk besar dan duku. Sementara, jeruk siam, belimbing, sawo dan jambu air bisa berbuah kapan saja, tidak memerlukan pengaturan saat berbuah. Buah- buahan seperti ini sering disebut sebagai buah tanpa musim. Buah semusim seperti semangka dan melon, atau buah umur sedang seperti nanas, pisang dan pepaya, juga bisa dibuah kan kapan saja

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

var _Hasync= _Hasync|| []; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4521596,4,0,0,0,00010000']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();